logo


PM Pakistan Akui Kemungkinan Infiltrasi ISIS dari Afghanistan

Dalam sebuah persidangan, PM Pakistan mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk sebuah tim khusus untuk mencari keberadaan anggota ISIS yang kemungkinan masuk bersama ratusan ribu pengungsi asal Afghanistan

11 November 2021 09:45 WIB

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan Al Jazeera

ISLAMABAD, JITUNEWS.COM - Menghadiri persidangan terkait kasus pembantaian yang terjadi di tahun 2014 silam pada sebuah sekolah di wilayah Peshwar, Pakistan, yang digelar pada Rabu (10/11), Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat, bahkan jika pelakunya saat ini merupakan tokoh penting di negara tersebut.

"Di dalam persidangan, Sang Perdana Menteri mengatakan bahwa tidak ada orang yang diistimewakan di negara tersebut, dan ia mempercayai aturan hukum...Pemerintah akan mengambil tindakan sesuai perintah persidangan," kata Menteri Dalam Negeri Pakistan Fawad Hussain Chaudry kepada wartawan usai persidangan.

Pada persidangan tersebut, Imran Khan juga memberikan penjelasan terkait memburuknya situasi keamanan di Pakistan setelah Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.


Austria Minta Uni Eropa Bantu Polandia Tangani Krisis Imigran di Perbatasan Belarusia

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Pakistan sudah membentuk sebuah komite gabungan yang melibatkan intelijen dan pejabat militer untuk mengusut dan menangkap anggota kelompok teroris ISIS yang mungkin sudah masuk ke Pakistan bersama dengan ratusan ribu pengungsi Afghanistan pada Agustus lalu.

 

AS Minta Penjelasan dari Rusia soal Peningkatan Aktivitas Militer di Perbatasan Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia