logo


Dipolisikan Usai Unggah Ma'ruf Amin Patung Istana, BEM Unmul: Tak Ada Niatan Rendahkan Martabat

BEM Unmul sebut unggahan Ma'ruf Amin Patung Istana sebagai bentuk kritik terhadap kinerja Ma'ruf Amin.

10 November 2021 14:38 WIB

KH Ma\'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul), Abdul Muhammad Rachim menyatakan bahwa dirinya dipanggil pihak kepolisian usai akun Instagram BEM Unmul mengunggah foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin disertai tulisan 'Kaltim Berduka-Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda'. Ia mengaku diperiksa atas dugaan pencemaran nama baik.

Rachim mengaku tidak ada niatan untuk merendahkan harkat martabat Wapres Ma'ruf Amin. Ia menyebut unggahan itu sebagai bentuk kritik terhadap kinerja Ma'ruf Amin.

"Tidak ada niatan sama sekali untuk merendahkan harkat dan martabat secara individu (Wapres Ma'ruf Amin)," kata Rachim dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (10/11/2021).


Respons Faizal Assegaf, Ade Armando: Kamu itu Nol Besar Dibandingkan Gus Dur!

Ia lantas menjelaskan maksud tulisan 'Kaltim Berduka'. Ia mengatakan bahwa pihaknya tengah memberikan informasi bahwa persoalan lubang bekas tambang yang menewaskan 40 jiwa belum tuntas. Sementara, kata dia, 'Patung Istana' yang dimaksud adalah gambaran atas kinerja Ma'ruf Amin sebagai wapres yang dinilai tidak ada progres.

"Kami ingin hal tersebut tidak terjadi lagi dan permasalahan lubang bekas tambang segera diselesaikan," ujarnya.

Diketahui, unggahan BEM Unmul yang berisi tulisan 'Kaltim Berduka-Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda' menjadi viral di media sosial. Unggahan tersebut diunggah tepat Wapres Ma'ruf Amin berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa, 2 November 2021 lalu.

Berulah Lagi, Faizal Assegaf Sebut NU Ormas Besar Bermental Pengemis

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati