logo


Jokowi Diyakini Perpanjang Jabatan Andika hingga 2024, Pengamat: Itu Murni Kepentingan Politik

Wacana perpanjangan jabatan Panglima TNI disebut untuk membangun kepercayaan Jokowi menjelang Pemilu 2024

10 November 2021 13:34 WIB

Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa
Panglima TNI, Jendral Andika Perkasa Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini mencuat wacana perpanjangan jabatan Panglima TNI. Sejumlah anggota DPR meyakini Presiden Joko Widodo bisa menerbitkan Perppu atau merevisi UU TNI. Hal tersebut menyusul restu Jokowi yang menunjuk Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI.

Diketahui, Jenderal Andika Perkasa genap berusia 58 tahun pada Desember 2022. Sementara berdasarkan undang-undang TNI masa jabatan Panglima TNI hingga usia 58 tahun. Dengan demikian, apabila UU TNI tidak direvisi maka Andika hanya akan menjabat sebagai Panglima TNI selama satu tahun.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai bahwa wacana perpanjangan jabatan Panglima TNI ada kaitannya dengan kepentingan politik.


Kebijakan soal PCR Berubah-ubah, Rocky Gerung Duga Pemerintah Pentingkan Para Importir

"Wacana perpanjangan jabatan Panglima TNI ini memang murni politis lah. Kepentingan politik," kata Hendri dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (10/11/2021).

Hendri menilai bahwa wacana perpanjangan jabatan Panglima TNI hingga 2024 digunakan untuk membangun kepercayaan Jokowi menjelang Pemilu 2024. Ia menyebut Jokowi ingin meninggalkan kesan bahwa pertahanan dan keamanan di masa pemerintahannya dinilai lebih baik.

"Kombinasi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Andika Perkasa ini mungkin dianggap Pak Jokowi sebagai solusi terbaik untuk menyongsong masa pemilu 2024," ujarnya.

Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Teddy eks PKPI: Jangan Biarkan Para Radikalis Bernapas di Negeri Ini!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati