logo


Sesalkan Kereta Cepat Dibiayai PMN, Musni Umar: Proyek Mubazir

Pada akhirnya yang menanggung beban adalah rakyat.

3 November 2021 10:00 WIB

Musni Umar
Musni Umar politik.rmol.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Akademisi Musni Umar menilai pembangunan Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) adalah proyek yang mubazir. Menurutnya, penyertaan modal dari negara untuk membiayai proyek semakin membebani rakyat.

Hal ini disampaikan rektor Universitas Ibnu Chaldun itu lewat akun Twitter @musniumar. Dia menanggapi sebuah berita bertajuk ‘Proyek Kereta Cepat Resmi Kantongi Pembiayaan dari PMN’.

“Proyek mubazir akhirnya peroleh Penyertaan Modal dari Negara. Kebijakan ini semakin membebani APBN. Pada akhirnya yang menanggung beban (adalah) rakyat,” tulisnya, disitat Rabu (3/11).


Kritik Proyek Kereta Cepat, Fadli Zon: Tak Ada Urgensi tapi Dipaksakan

Musni Umar lantas mengapresiasi tokoh-tokoh yang menentang proyek kereta cepat karena dibiayai PMN. Dia menyesalkan partai besar yang menduduki parlemen tidak mengkritisi kebijakan tersebut.

“Hanya PKS, Faisal Basri, Rahmat Gobel (Nasdem) yang gugat. Mana suara anggota PDIP, Golkar dll yang berkuasa di parlemen?” tandasnya.

Seperti diketahui, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$2 miliar atau sekitar Rp28,5 triliun, dari rencana awal pembiayaan US$6,07 miliar menjadi US$8 miliar.
Sementara itu, progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini sudah mencapai lebih dari 79%.

“Rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang di Qingdao, Tiongkok," ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi.

Dwiyana mengatakan, masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), selaku leading konsorsium proyek ini, bakal mengakselerasi pengerjaan proyek.

Reuni Akbar 212 Bakal Dihadiri 7 Juta Orang, Musni Umar: Mereka Akan Menuntut Pembebasan Habib Rizieq

Halaman: 
Penulis : Iskandar