logo


Uni Emirat Arab Tarik Seluruh Staf Diplomat dari Lebanon, Ada Apa?

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab dikabarkan sudah memulangkan seluruh diplomat mereka dari Lebanon dan melarang warga sipil untuk melakukan perjalanan ke negara tersebut.

2 November 2021 20:30 WIB

Bendera Uni Emirat Arab
Bendera Uni Emirat Arab istimewa

ABU DHABI, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa seluruh diplomat dan staf kantor kedutaan besarnya sudah ditarik mundur dari Lebanon pada Senin (1/11).

“Kementerian mengaitkan perkembangan itu dengan keputusan UEA untuk menarik diplomat dan staf administrasinya dari Lebanon dan melarang warga Emirat untuk bepergian ke negara itu karena situasi keamanan dan politik saat ini di sana,” kata kantor berita negara WAM dalam siarannya, dilansir Al Arabiya.

Untuk diketahui, selain berjuang mengatasi krisis perekonomian, Lebanon kini juga menghadapi krisis diplomatik dengan negara-negara Arab. Hal itu terjadi setelah Menkominfo Lebanon George Kordahi membuat pernyataan terkait keterlibatan pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat di dalam konflik Yaman.


Rusia dan China Desak Dewan Keamanan PBB Bebaskan Korea Utara dari Sanksi

Kordahi mengatakan bahwa kelompok militan Houthi yang didukung oleh Iran tengah berjuang mempertahankan diri dari agresi asing yang dipimpin oleh pasukan koalisi Arab Saudi. Pernyataan tersebut ia lontarkan dalam sebuah sesi wawancara yang disiarkan pada 5 Agustus lalu.

Mendengar pernyataan tersebut, pemerintah Arab Saudi langsung mengusir seluruh staf perwakilan pemerintah Lebanon dan memblokir seluruh perdagangan dengan negara tersebut. Langkah Arab Saudi tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah negara Timur Tengah lain seperti Bahrain dan Kuwait. Negara-negara tersebut juga melarang seluruh warga sipilnya untuk berkunjung ke Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati sendiri sudah berupaya keras untuk mencegah perselihan dengan sejumlah negara Timur Tengah dengan membantah pernyataan Kordahi. Mikati menegaskan bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Kordahi itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan pemerintah Lebanon.

Sementara itu, Kordani pada Minggu (31/10) kemarin mengatakan bahwa ia sudah mengundurkan diri dari jabatannya dan menekankan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi yang ia buat sebelum ia ditunjuk sebagai menteri.

AS Diminta Jatuhkan Lebih Banyak Sanksi bagi Para Politisi Lebanon dan Kelompok Hizbullah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia