logo


Hasto Sebut SBY Habiskan US$2 M untuk Politik Bansos

Hasto mengatakan bahwa politik populis membahayakan keuangan negara

1 November 2021 15:36 WIB

Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut bahwa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membelanjakan 2 miliar US Dollar untuk politik bansos. Hasto mengatakan bahwa itu membebani APBN.

"Demokrasi yang kini disebut deliberatif demokrasi, musyawarah mufakat yang berkeadilan sosial, coba CSIS menghitung, berapa biaya pemilu kita dari pusat hingga daerah, dan adalah beban bagi APBN, beban bagi keuangan negara. Belum dampak dari politik populism akibat bansos yang kemudian jadi model setelah itu diterapkan pada tahun 2009, dalam politik bansos yang menurut Marcus Mietzner dari bulan Juni 2008 sampai dengan Januari 2009, Pak SBY membelanjakan 2 miliar US Dollar untuk politik yang populis itu," kata Hasto dalam diskusi 'Menimbang Sistem Pemilu 2024: Catatan dan Usulan' yang digelar CSIS, Senin (1/11).

"Ini kan beban bagi APBN ke depan, akibat dari konsekuensi politik yang sangat liberal," imbuhnya.


Bantah Tudingan Rocky Gerung, Hasto: Beasiswa yang Diberikan Tidak Ada Kepentingan Politik

Jika dirupiahkan dengan kurs Rp11.380 ribu/dolar AS (kurs 1 Januari 2009), maka nilai tersebut sevatar Rp22,76 triliun. Hasto mengatakan bahwa politik populis membahayakan keuangan negara.

"Jadi tema CSIS ini sangat menarik, apalagi diadakan lembaga penelitian sekaliber CSIS, sehingga nanti nggak akan dikatakan lagi politisasi ketika saya kemarin mengungkapkan beberapa fakta-fakta pemilu yang lalu," ujar Hasto.

Enggan Bahas soal Capres 2024, PDIP: Kasihan Presiden Jokowi

Halaman: 
Penulis : Admin