logo


Penegakan Syariat Islam di NKRI Tak Masuk Akal, Ade Armando Sebut Banyak Aturan di Al-Qur'an dan Hadis Tak Relevan

Aturan dan hukum dalam Al-Qur’an dan Hadis adalah sesuatu yang hanya bisa dipahami berdasarkan konteks sejarahnya.

29 Oktober 2021 08:33 WIB

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Akademisi Ade Armando kembali mengeluarkan pendapatnya terkait penerapan syariat Islam di Indonesia.

Dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu mengakui Aceh berhasil memberlakukan syariat Islam di wilayahnya. Kendati begitu, ia tetap konsisten menolak penegakan syariat Islam di Indonesia.

“Contoh terbaik wilayah di Indonesia yang menerapkan syariah adalah Aceh. Saya sih tidak mau Indonesia menegakkan syariah,” katanya, dilansir dari Twitter @adearmando24, Jumat (29/10).


Heboh Pantai Arab Saudi Tak Larang Bikini, Ustaz Hilmi Tanggapi Begini

Dalam cuitan itu, Ade membagikan sebuah video yang lebih dulu ditayangkan di kanal YouTube Cokro TV. Dia mengungkapkan pandangannya soal kemungkinan pemberlakuan syariat Islam di Tanah Air.

Menurutnya, syariat Islam tidak cocok diterapkan di Indonesia, terlebih di situasi saat ini. Penegakan syariat Islam diyakini hanya akan menimbulkan banyak masalah, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya keberagaman.

“Buat saya, bila aturan-aturan dan hukum itu kini harus kita jalankan Indonesia pada abad ke-21, maka akan menimbulkan banyak masalah,” tutur Ade.

Dia menilai aturan dan hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadis adalah sesuatu yang hanya bisa dipahami berdasarkan konteks sejarahnya.

“Dengan kata lain, aturan dan hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadis, banyak sekali yang tidak relevan dengan kondisi kita saat ini. Jadi tidak masuk akal bagi kita untuk memperjuangkan penegakannya di Indonesia,” katanya.

Ade mengambil contoh yang agak ekstrem, yakni soal budak. Dalam Al-Qur’an, diterangkan bahwa seorang pria tidak perlu menjaga kemaluannya pada budak perempuannya.

“Dan ini kemudian diartikan sebagai izin bagi pria untuk meniduri budak perempuannya tanpa harus dalam ikatan pernikahan,” lanjutnya.

Ade menekankan perlunya memahami teks tersebut hadir dalam sebuah episode sejarah di mana perbudakan memang sesuatu yang lazim dan dibenarkan secara moral.

Sekali lagi, Ade menolak syariat Islam diberlakukan di Indonesia. Namun, ia mengaku tak akan menghalangi pihak yang tetap memperjuangkannya.

“Kalau Anda tetap ingin menegakkan syariat Islam, silakan saja. Saya jelas tidak,” tegasnya.

Terakhir, Ade berharap semua pihak memahami alasan dirinya tak percaya bahwa syariat Islam harus dipatuhi kaum Muslim di seluruh bagian dunia sepanjang waktu.

“Ayo kita terus gunakan akal sehat. Karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, kita akan selamat,” tuntasnya.

Sukmawati Bilang Bung Karno Tak Haruskan Anaknya Patuhi Islam, Politikus Partai Ummat: Sudah Murtad Lebih Baik Fokus Agama Baru

Halaman: 
Penulis : Iskandar