logo


Sri Mulyani Sebut Utang RI Beban dari Masa Lalu, Rizal Ramli Respons Begini

Rizal Ramli menilai pemerintah semestinya fokus mengurangi utang, bukan menyalahkan pemerintahan sebelumnya.

28 Oktober 2021 13:38 WIB

Rizal Ramli dalam diskusi virtual \'Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi Di tengah Pandemi\', yang diselenggarakan Aktual.com, Kamis (29/7). 
Rizal Ramli dalam diskusi virtual 'Potensi Sektor Pertanian Dalam Mencegah Krisis Ekonomi Di tengah Pandemi', yang diselenggarakan Aktual.com, Kamis (29/7).  Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ekonom senior Rizal Ramli bereaksi terhadap pernyataan Menkeu Sri Mulyani soal besarnya utang Indonesia adalah warisan dari masa lalu.

Pria yang karib disapa RR itu menilai alasan Sri Mulyani tidak bisa diterima. Pasalnya, periode kedua Presiden Jokowi sudah berjalan hampir 2 tahun. Sehingga persoalan negara seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah saat ini.

“Ngeles kok kebangetan. Dalam tradisi negara demokratis, jika anda berkuasa boleh menyalahkan pemerintahan sebelumnya maks 6 bulan,” cuitnya lewat akun Twitter @RamliRizal, dikutip Kamis (28/10).


Covid-19 Masih Mengintai, Jokowi: Kenaikan Kasus itu Ada Meski Kecil

Rizal Ramli mengatakan, pemerintah saat ini semestinya fokus mengurangi utang. Sebab, kata dia, menyalahkan pemerintahan sebelumnya tak akan menyelesaikan permasalahan.

“Setelah itu, ndak bisa lagi terus nyalahin pemerintah sebelumnya, anda kuasa kok untuk benahi! Malah + utang gila-gilaan,” tegas eks Menko Perekonomian itu.

Sebelumnya, Sri Mulyani menjelaskan soal besarnya utang Indonesia. Menurutnya, lonjakan utang sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Kemudian, krisis moneter tahun 1997-1998 kian memperburuk keuangan negara.

“Waktu ada krisis 1997-1998 dengan adanya bail out, makanya utang kita (negara) sangat tinggi karena obligasi. Jadi ujung-ujungnya adalah beban negara,” kata Sri Mulyani, dikutip dari Kontan.

Usulkan Rocky Gerung Jadi Jubir Jokowi, Teddy Gusnaidi: Ini Bukan Satire

Halaman: 
Penulis : Iskandar