logo


China Tak Mungkin Terlibat Persaingan Senjata dengan AS, Media China: Itu Hal yang Bodoh

Pimpinan redaksi The Global Times mengatakan bahwa China tidak akan berusaha menyaingi kemampuan nuklir AS

28 Oktober 2021 13:30 WIB

senjata nuklir yang di miliki oleh 9 negara
senjata nuklir yang di miliki oleh 9 negara

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pimpinan redaksi media China, Global Times, mengatakan bahwa sangat bodoh bagi China untuk bersaing dengan Amerika Serikat dalam hal senjata nuklir.

"China tidak mungkin terlibat persaingan senjata dengan AS. Kami pikir itu hal yang bodoh. Saya tahu bahwa AS dapat menghancurkan China sepuluh kali, tapi kami akan memastikan kami punya kemampuan menghancurkan AS sekali," kata Hu Xijin dalam postingan Twitternya.

Pernyataan tersebut ia lontarkan sebagai tanggapan atas pendapat yang diunggah Laura Grego, seorang pakar nuklir AS yang memperingatkan bahwa perkembangan sistem pertahanan rudal AS sudah menyebabkan Rusia, China dan sejumlah negara lain mengembangkan senjata yang lebih berbahaya.


Singkirkan Militan Kurdi, Turki Dilaporkan Akan Terjunkan Ratusan Pasukan Militer ke Suriah

“Amerika Serikat suatu hari nanti percaya kemajuan teknisnya memungkinkannya untuk menyerang China terlebih dahulu sementara tetap kebal terhadap serangan nuklir pembalasan,” tulis Grego.

Sebelumnya, CEO perusahaan teknologi pertahanan asal Amerika Serikat, Raytheon Technologies Corp, pada Selasa (26/10) mengatakan bahwa meski Amerika Serikat saat ini sudah memiliki sejumlah program pengembangan senjata hipersonik dan juga sudah memahami teknologinya, namun China telah lebih dulu “menerjunkan senjata hipersonik". Hal itu ia sampaikan dalam sebuah sesi wawancara dengan Bloomberg.

"Kita sudah tertinggal setidaknya beberapa tahun di belakang (China)," kata Gregory Hayes dalam wawancara tersebut.

“Kami harus memiliki sistem otomatis untuk mempertahankan tanah air, dan kami fokus pada itu," tambahnya.

India: Kita Akan Memiliki Keseluruhan Wilayah Kashmir Beberapa Tahun ke Depan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia