logo


Menlu AS Dukung Taiwan Jadi Anggota PBB, Begini Reaksi China

Kantor kedutaan besar China di AS mendesak pemerintahan Joe Biden untuk menghormati Prinsip Satu China dan segera menghentikan kontak dengan pemerintah Taiwan

27 Oktober 2021 20:15 WIB

Bendera China (kiri) dan Taiwan
Bendera China (kiri) dan Taiwan istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kantor kedutaan besar China di Amerika Serikat meminta pemerintahan Joe Biden untuk menghormati prinsip "Satu China" dan mematuhi komitmen yang telah mereka buat terkait isu Taiwan.

"Lima puluh tahun lalu, AS berupaya membuat 'satu China, satu Taiwan' atau 'Dua China' di PBB yang berakhir dengan kegagalan. Tapi hari ini, mereka secara terbuka masih memperkuat dukungannya terhadap pasukan 'Taiwan yang merdeka' dan menantang undang-undang internasional serta norma hubungan internasional, termasuk Prinsip Satu China. Upaya-upaya semacam itu hanya akan sia-sia dan berakhir dengan kegagalan," kata kantor kedubes China untuk AS pada Selasa malam dalam sebuah pernyataan tertulis, dilansir Sputniknews.

Perwakilan pemerintah China tersebut mengingatkan AS bahwa prinsip Satu China selama ini sudah menjadi hal mendasar dari hubungan bilateral Washington-Beijing. Sejak pemerintah Amerika Serikat menjalin hubungan diplomatik dengan Partai Komunis China pada 1979 silam, Washington langsung memutuskan hubungan bilateralnya dengan Taiwan. Meski begitu AS masih menjadi sekutu terbesar Taiwan hingga saat ini.


Arab Saudi-Yunani Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan

"Kami mendesak pihak AS untuk...menepati komitmennya, mematuhi prinsip Satu China dan mematuhi Resolusi Majelis Umum PBB 2758. Kami mendesak AS menghentikan kontak resminya dengan Taiwan," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Selasa mendesak seluruh negara anggota PBB untuk bergabung bersama Washington dalam mendukung partisipasi Taiwan di dalam PBB.

Erdogan Desak Armenia Segera Perbaiki Hubungan dengan Azerbaijan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia