logo


Pesawat Dinilai Paling Aman, Epidemiolog Sebut Kewajiban PCR Tak Efektif

Syarat tes PCR disebut wajar untuk penerbangan luar negeri

27 Oktober 2021 10:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman turun menanggapi polemik kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat terbang. Menurutnya, kewajiban tes PCR tersebut tidak efektif karena potensi terpapar Covid-19 di pesawat tergolong rendah.

"Sejak awal pandemik sudah ada 1,2 miliar orang naik pesawat. Dari jumlah itu cuma ada satu kasus dari 27 juta orang. Jadi sangat kecil sekali risikonya. Itu pun kejadiannya sebelum ada vaksinasi, kewajiban bermasker, dan tes PCR," kata Dicky Budiman dilansir detikcom, Selasa (26/10/2021).

Dicky Budiman mengatakan bahwa syarat tes PCR untuk penerbangan domestik sangat memberatkan penumpang. Namun, kata dia, kewajiban tes PCR menjadi hal yang wajar apabila untuk penerbangan ke luar negeri.


Kritik Harga PCR Rp 300 Ribu, PAN: Tak Selesaikan Masalah, Banyak yang Berat Bayar

Ia lantas mencontohkan penerbangan domestik di luar negeri yang tidak mewajibkan tes PCR.

"Di Australia, penerbangan domestik tidak perlu PCR, bahkan tes antigen pun tidak ada sejauh sudah divaksin lengkap, mengenakan masker, dan di aplikasi COVID terdeteksi hijau," papar Dicky Budiman.

Covid-19 Masih Mengintai, Jokowi: Kenaikan Kasus itu Ada Meski Kecil

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati