logo


Desak Kasus Eks Kapolsek Parigi Dilanjutkan, NasDem: Ini Kekerasan Seksual Aparat Negara!

NasDem meminta agar Polri memberikan hukuman yang tegas terhadap anggota yang terbukti menyalahgunakan wewenang.

27 Oktober 2021 10:00 WIB

rilis.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai NasDem, Taufik Basari mendesak kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan eks Kapolsek Parigi, Sulteng, Iptu IDGN terhadap anak tersangka dilanjutkan ke proses penyidikan. Ia mengaskan bahwa kasus tersebut merupakan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh aparat negara.

"Saya mendorong agar Polda Sultra melanjutkan kasus ini kepada proses penyidikan di samping proses penegakan etik dan disiplin yang sudah berjalan," kata Taufik kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

"Penindakan terhadap kasus ini harus dilakukan serius sebagaimana instruksi Kapolri yang tertuang dalam surat telegram (ST) nomor: ST/2162/X/HUK.2.8./2021," sambungnya.


Bantah Perkosa 3 Anak Kandungnya, Ayah di Luwu Timur: Kayak Halusinasi, Saya Normal!

Taufik mengatakan bahwa Iptu IDGN menggunakan kekuasaannya untuk memenuhi hasrat seksualnya. Oleh karena itu, ia mendorong agar RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual segera disahkan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

"Kasus ini merupakan kekerasan seksual yang melibatkan aparat negara yakni aparat penegak hukum. Terdapat penggunaan relasi kuasa antara pelaku kepada korban dan hal ini bisa terjadi dimanapun dan kapanpun jika kita tidak segera melakukan upaya penanggulangannya. Karena itu penting untuk segera menuntaskan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang diharapkan mampu membangun sistem pencegahan, mendukung penindakan hukum, dan memberikan jaminan perlindungan terhadap korban," kata dia.

Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR itu meminta agar Polri memberikan hukuman yang tegas terhadap anggota yang terbukti menyalahgunakan wewenang. Ia pun berharap kasus tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

"Kasus ini harus mampu menjadi pembelajaran bagi setiap institusi penegak hukum untuk memberikan perintah tegas agar anggotanya tidak menggunakan kewenangannya untuk menjadikannya sebagai kuasa yang menekan atau memaksa orang lain untuk kepentingan pribadi terlebih dengan melakukan kekerasan seksual,"  lanjutnya.

NasDem: Reshuffle Itu Tentu Karena Ada Pasukan Baru di Koalisi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati