logo


Pengamat: Hasto Hattrick Serang dan Sindir SBY

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut bahwa komunikasi politik presiden tidak bisa dilakukan seperti mengarang lagu

26 Oktober 2021 19:45 WIB

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut bahwa komunikasi politik presiden tidak bisa dilakukan seperti mengarang lagu. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai Hasto sedang menyindir Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Adi menyebut hasto sudah tiga kali menyerang SBY.

"Hasto hattrick serang dan sindir SBY. Pertama, 2009, pemilu penuh kecurangan, mobilisasi birokrasi, ASN, dan lainnya. Kedua, zaman Jokowi lebih maju karena masif bangun infrastruktur dan tak banyak rapat yang tak hasilkan keputusan, seperti zaman SBY," kata Adi kepada wartawan, Selasa (26/10).

"Ketiga, soal sindiran komunikasi politik tak pakai lagu. Jelas itu alamatnya ke SBY yang kerap menyampaikan pesan politik melalui lagu dan puisi," imbuhnya.


Ngeri, Ruhut Sitompul Sebut Orang yang Nyinyiri Jokowi Pantas Masuk Neraka Jahanam

Menurutnya, Hasto ingin menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo adalah presiden terbaik dibanding SBY.

"Kemungkinannya (faktornya) 2 hal. Pertama, Hasto ingin kasih tunjuk ke semua orang, Jokowi sebagai kader PDIP presiden terbaik ketimbang SBY. Kedua, mungkin juga selama berkuasa, SBY sering menafikan apa yang dilakukan Megawati sebagai presiden sebelumnya," papar Adi.

"Bahkan, mungkin juga PDIP selalu merasa dirugikan dan 'dizalimi' oleh kebijakan-kebijakan era SBY. Setidaknya itu yang ditangkap publik," sambungnya.

Adi meminta publik untuk tidak kaget dengan serangan kepada SBY. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa pemilu sudah semakin dekat.

"Makin sengit dunia persilatan. Inilah realitas politik kita saat ini, saling sindir dan saling menafikan. Mungkin ini tanda-tanda pemilu sudah dekat. Perseteruan politik ini menarik biar rakyat terang benderang melihat siapa yang sebenarnya bekerja dan pencitraan," pungkasnya.

Kursi Jubir Presiden Kosong, PDIP Sebut Menteri Bisa Bertindak Sebagai Jubir

Halaman: 
Penulis : Admin