logo


Kudeta Militer, AS Hentikan Pemberian Dana Bantuan Senilai US$ 700 Juta untuk Sudan

Juru bicara Kemenlu AS mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengecam aksi kudeta pemerintahan Sudan yang dilakukan oleh junta militer.

26 Oktober 2021 19:22 WIB

Juru bicara Kemenlu AS Ned Price
Juru bicara Kemenlu AS Ned Price istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat sudah mengumumkan bahwa mereka menangguhkan pemberian dana bantuan senilai USD 700 juta bagi Sudan, setelah junta militer mengambil alih pemerintahan. AS juga mendesak pihak militer segera mengembalikan kekuasaan di negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price, mengatakan bahwa Washington akan mengevaluasi hubungan bilateralnya dengan Sudan jika sistem demokrasi di negara itu tidak segera dipulihkan.

"Amerika Serikat mengutuk tindakan yang diambil oleh pasukan militer Sudan," kata Price kepada para wartawan pada Senin malam, dikutip Al Jazeera.


Menlu China Gelar Pertemuan dengan Delegasi Taliban di Qatar, Bahas Apa?

Pada Senin (25/10), pihak militer Sudan diketahui telah mengambil alih pemerintahan dan mengumumkan pemberlakuan status darurat nasional. Mereka juga menangkap Perdana Menteri Abdallah Hamdok dan sejumlah menteri.

"Penangkapan pejabat pemerintahan sipil dan para tokoh politik, termasuk Perdana Menteri Hamdok, telah merusak tatanan transisi demokrasi sipil negara tersebut," tambah Price.

Price juga memperingatkan bahwa perkembangan situasi politik di Sudan akan berdampak terhadap hubungan bilateral kedua negara, terlebih jika junta militer tak segera merestorasi sistem demokrasi.

“Amerika Serikat menghentikan bantuan dana dukungan ekonomi untuk Sudan senilai $700 juta...dana tersebut dimaksudkan untuk mendukung transisi demokrasi di negara itu," tegasnya.

 

PBB Desak ASEAN Tak Akui Junta Militer Myanmar sebagai Pemerintahan Resmi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia