logo


Kursi Jubir Presiden Kosong, PDIP Sebut Menteri Bisa Bertindak Sebagai Jubir

Kursi juru bicara Presiden Joko Widodo kosong, karena Fadjroel Rachman resmi menjadi Duta Besar (Dubes) Kazakhstan

26 Oktober 2021 17:15 WIB

Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kursi juru bicara Presiden Joko Widodo kosong, karena Fadjroel Rachman resmi menjadi Duta Besar (Dubes) Kazakhstan. PDIP menyebut ada tidaknya jubir berada di tangan presiden.

"Ada-tidaknya jubir Presiden merupakan bagian dari ranah kebijakan Presiden tentang perlu-tidaknya posisi tersebut," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Selasa (26/10).

Hasto mengatakan bahwa jubir harus benar-benar memahami suasana batin Jokowi. Hasto menyebut jubir harus mampu memberikan penjelasan ke publik.


Febri Diansyah: Fahri Hamzah Cocok Menjadi Jubir Pak Jokowi

"Sekiranya Presiden mengangkat jubir, maka jubir tersebut harus benar-benar memahami keseluruhan suasana kebatinan Presiden sehingga mampu memberikan penjelasan ke publik tentang hal ihwal keputusan strategis Presiden maupun mengungkapkan berbagai hal terkait kebijakan Presiden terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara," ujarnya.

Apabila Jokowi tidak mengangkat jubir, maka para menteri bisa membantu untuk bertindak sebagai jubir. Hasto mengatakan bahwa menteri menguasai programnya masing-masing.

"Adapun sekiranya Presiden misalnya tidak mengangkat jubir, maka menteri-menteri sebagai pembantu Presiden dapat juga sekaligus bertindak menjadi 'juru bicara' Presiden di bidangnya masing-masing. Hal ini dimungkinkan mengingat menteri sebagai pembantu presiden adalah sosok yang menguasai hal ihwal kementerian yang dipimpinnya. Menteri adalah pemerintahan dalam pengertian sehari-hari," ucapnya.

Refly Harun Usul Ali Mochtar Ngabalin dan Ferdinand Hutahaean Jadi Jubir Jokowi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata