logo


Soal Usulan Libur Natal dan Tahun Baru Dihapus, Ini Kata Ganjar

Ganjar Pranowo menanggapi soal usulan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dihapus

26 Oktober 2021 16:15 WIB

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo Ist

SOLO, JITUNEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menanggapi soal usulan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dihapus. Usulan tersebut disampaikan oleh Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Ganjar mengatakan bahwa usulan tersebut perlu dikaji terlebih dahulu.

"(Libur Nataru dihapus) perlu dikaji dulu. Siapa tahu besok di bulan November semua menjadi sangat baik-baik saja," kata Ganjar kepada wartawan di kampus Akbara, Solo, Selasa (26/10).


Sindir Legal Standing Pelapor Kasus Rasisme, Pigai Sebut Hanya Jokowi-Ganjar yang Bisa Melaporkannya

Ganjar mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi bisa digunakan sebagai kontrol. Soal penghapusan hari libur Ganjar menyebut belum ada rencana.

"Kalau prokesnya bagus vaksinnya bagus, mudah-mudahan kita juga mendapatkan hal yang bagus. PeduliLindungi itu sebenarnya juga bisa dipakai untuk kontrol, kalau nanti bagus semua bisa dilakukan, kalau tidak ya hati-hati. Belum mengarah ke penghapusan libur Nataru," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan bahwa tempat umum yang mulai dibuka tetap diberikan pembatasan agar tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19. Ganjar mengatakan bahwa pengawasan juga terus dilakukan. Maka penerapan protokol kesehatan masyarakat bisa terpantau.

"Kalau ada bagaimana pembatasannya, tapi prinsip ada atau tidak ada kita mesti siaga. Dan hari ini ketika beberapa (daerah) sudah masuk level 1, 2, di tempat umum mulai agak terbuka itu bukan berarti bebas," sebutnya.

"Juga harus ada patroli untuk tetap menjaga prokes, jadi kita siapkan tim kecil, kita menyiapkan model-model penanganan yang akan bepergian ya saran kita sih Natal dan Tahun Baru di rumah saja," pungkasnya.

Heran Tak Pernah Diundang Saat Puan ke Solo, FX Rudy Sebut Lebih Sering Ketemu Ganjar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata