logo


Janji Nggak Ikut Campur Urusan Dalam Negeri Turki, 10 Dubes Nggak Jadi Diusir oleh Erdogan

Presiden Turki mengatakan bahwa pihaknya sudah membatalkan rencana pemberian status persona non grata bagi sepuluh duta besar negara asing setelah mereka berjanji tidak akan ikut campur dalam urusan internal Turki

26 Oktober 2021 12:45 WIB

Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan Ist

ANKARA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Turki telah membatalkan rencana mereka mengusir sejumlah duta besar negara yang meminta pembebasan aktivis Osman Kavala. Langkah tersebut diambil oleh Presiden Erdogan setelah semua diplomat asing tersebut berjanji tidak akan mengintervensi urusan dalam negeri Turki.

“Duta besar dari beberapa negara secara langsung menargetkan kedaulatan kami. Pernyataan seperti itu merupakan penghinaan besar bagi hakim, dan pengacara kami. Pengadilan Turki yang independen dan tidak menerima perintah siapa pun. Oleh karena itu, adalah tugas kami untuk menanggapi penghinaan semacam itu. Kami tidak bermaksud membuat krisis, tetapi kami ingin melindungi hak, kepentingan, dan kebanggaan negara kami. Dan hari ini situasi telah berbalik dengan pernyataan kedutaan," kata Erdogan, dilansir Sputniknews.

“Niat kami bukan untuk menciptakan krisis, dan kedutaan-kedutaan itu mundur dalam pernyataan kepatuhan mereka terhadap Konvensi Wina. Kami berharap para duta besar untuk bertindak sesuai (dengan norma dan aturan hubungan internasional) mulai sekarang,” tambahnya.


Hadapi Situasi Krisis, Afghanistan Siap Beli Minyak dari Iran

Sementara itu, penasihat kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, memperingatkan bahwa pemerintahan Erdogan akan mengambil langkah lebih lanjut terhadap para duta besar yang melanggar aturan jika dianggap perlu.

“Kementerian Luar Negeri kami telah memberikan tanggapan yang diperlukan untuk misi asing ini dan memperingatkan mereka tentang perilaku mereka yang tidak dapat diterima,” kata Altun di Twitter.

“Pemerintah kami tidak akan menghindar dari langkah lebih lanjut untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan pernah mengkompromikan kedaulatan nasional kami,” tegasnya.

Tuduh Moskow Gunakan Migas sebagai Senjata Politik, AS Minta Jerman Jatuhkan Sanksi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia