logo


Bela Menteri Yaqut, GP Ansor: Jangan Cari Sumber Sejarah yang Telah Dimanipulasi!

GP Ansor meminta agar masyarakat mempelajari sejarah sebelum kemerdekaan Indonesia dari sumber yang objektif.

26 Oktober 2021 09:46 WIB

Yaqut Cholil Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Luqman Hakim mengaku wajar apabila ada yang kaget dengan pernyataan Menteri Yaqut Cholil Qaumas yang menyebut Kemenag hadiah negara untuk warga NU. Meski demikian, ia meminta agar pernyataan tersebut tidak dijadikan polemik.

"Saran saya, sejarah yang disampaikan Gus Yaqut tidak perlu menjadi polemik. Kami maklum kalau ada yang kaget," kata Luqman dilansir CNNIndonesia.com, Senin (25/10/2021).

Luqman mengatakan tidak ada yang salah dengan pernyataan Menteri Yaqut. Ia pun meminta agar masyarakat mempelajari sejarah sebelum kemerdekaan Indonesia dari sumber yang objektif.


Abu Janda: Gus Yaqut Menag Paling Dibenci Kelompok Islam Radikal hingga Teroris

"Cari dan pelajari sumber-sumber sejarah yang lengkap dan obyektif, jangan hanya dari sumber sejarah yang telah dimanipulasi," ujarnya.

Luqman mengklaim bahwa dokumen sejarah yang ada telah dimanipulasi sehingga peran NU dalam memperjuangkan kemerdekaan menjadi hilang.

"Maka, ketika kami ungkapkan sejarah yang obyektif berdasarkan fakta, pasti ada pihak-pihak yang terkaget-kaget dan tidak suka," ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Menteri Yaqut selama ini telah memposisikan sebagai menteri yang mengayomi semua agama. Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari watak NU yang saling menghargai perbedaan.

"Karena itu, tidak pernah ada perlakuan sewenang-wenang yang dilakukan NU terhadap kelompok-kelompok lain di negeri ini. Terang benderang fakta NU selalu menghormati perbedaan dan terang pula fakta pihak mana yang selalu bertindak diskriminatif kepada sesama anak bangsa atas nama agama," pungkasnya.

Desak Kapolri Tangkap Menteri Yaqut, Eggi Sudjana: Ia Cederai Marwah Umat Islam Lainnya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati