logo


Desak Kapolri Tangkap Menteri Yaqut, Eggi Sudjana: Ia Cederai Marwah Umat Islam Lainnya

Eggi mengatakan bahwa Menteri Yaqut bisa dipidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar karena melanggar Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

26 Oktober 2021 09:27 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Ketua Umum Tim Pembela Ulama & Aktivis, Eggi Sudjana mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menangkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi pernyataan Menteri Yaqut yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah untuk warga Nahdlatul Ulama (NU).

Eggi menilai bahwa pernyataan Menteri Yaqut tersebut mengandung unsur kebencian, permusuhan, dan memperpecah belah umat.

"Untuk menghindari perbuatan pidana ini terjadi, menghindari penghilangan barang bukti, juga menghindar Yaqut Cholil Qoumas melarikan diri, maka kami meminta dengan hormat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar menangkap dan memproses hukum Yaqut Cholil Qoumas, sebagai bentuk konfirmasi bahwa setiap warga negara berkedudukan yang sama dimuka hukum," kata Eggi dilansir CNNIndonesia.com, Senin (25/10/2021).


Respons Menag Yaqut, Yusril: Kemenag Bukan Hadiah dari Siapa pun!

Eggi mengatakan bahwa Menteri Yaqut bisa dipidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar karena melanggar Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

"Jika Yaqut Cholil Qoumas dibiarkan, maka sama saja Negara/pemerintah telah melakukan pelanggaran serius terhadap pasal 27 ayat 1 UUD 1945 intinya melakukan diskriminatif sehingga mencederai perasaan dan eksistensi sekaligus Marwah umat Islam lainnya," kata dia.

Lebih lanjut, Eggi mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh seluruh elemen mansyarakat, bukan hanya ormas tertentu saja.

"Tidak boleh dan tidak dibenarkan, ada klaim satu kelompok atau mahzab yang merasa memiliki saham mayoritas terhadap negeri ini sehingga merasa memiliki hak dan kewenangan untuk memperlakukan elemen anak bangsa lainnya secara semena-mena," pungkasnya.

Abu Janda: Gus Yaqut Menag Paling Dibenci Kelompok Islam Radikal hingga Teroris

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati