logo


Abu Janda: Gus Yaqut Menag Paling Dibenci Kelompok Islam Radikal hingga Teroris

Oleh karenanya, kelompok tersebut terus ‘menyerang’ Gus Yaqut dengan berbagai cara.

26 Oktober 2021 09:04 WIB

Permadi Arya dan Gus Yaqut
Permadi Arya dan Gus Yaqut instagram.com/permadiaktivis2

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda turut angkat bicara soal polemik pernyataan ‘Kemenag hadiah untuk NU’ yang disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

Abu Janda menyebut Gus Yaqut merupakan Menag yang paling dibenci kelompok Islam radikal, intoleran dan teroris. Oleh karenanya, kelompok tersebut terus ‘menyerang’ Gus Yaqut dengan berbagai cara.

“Cuma pengen bilang.. Ini Pak Menag yang paling dibenci kelompok islam radikal, intoleran, teroris,” tulisnya lewat unggahan Instagram @permadiaktivis2, dikutip Selasa (26/10).


Fahri Hamzah: Kemenag Bukan Lembaga Keagaman, Itu Lembaga Negara!

Dalam unggahan itu, Abu Janda membagikan momen kebersamaannya dengan Gus Yaqut. Dia berharap sang Menag kuat menghadapi beragam tudingan.

“Jadi yang tidak suka sama Pak Menag ini kalo tidak radikal, ya intoleran, atau teroris, jelas ya? Sehat terus ya Gus,” tuntasnya.

Diketahui, Gus Yaqut menjelaskan bahwa pernyataannya di forum internal keluarga besar NU itu untuk memotivasi para santri dan pesantren.

Pernyataan ‘Kemenag hadiah untuk NU’ terlontar saat Webinar Robithah Ma’ahid Islamiyah dan PBNU dalam peringatan Hari Santri yang disiarkan di kanal YouTube TVNU, Rabu (20/10)

"Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," terang Yaqut.

Dia juga memastikan Kemenag tetap inklusif. Setiap kebijakan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan semua agama dan golongan.

"Bisa dibuktikan, apakah ada kebijakan Kemenag yang ditujukan hanya untuk NU? Tidak ada," tegasnya.

Respons Menag Yaqut, Yusril: Kemenag Bukan Hadiah dari Siapa pun!

Halaman: 
Penulis : Iskandar