logo


Tes PCR Bakal Diwajibkan di Semua Transportasi, Ferdinand: Bukankah Vaksin dan Masker Ganda Cukup?

Ferdinand menilai kebijakan itu terkesan memenuhi hasrat pebisnis alat PCR.

26 Oktober 2021 05:45 WIB

Ferdinand Hutahaen.
Ferdinand Hutahaen. rmol.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean tak sependapat dengan rencana pemerintah yang bakal mewajibkan tes PCR pada semua jenis transportasi. Dia menganggap kebijakan tersebut kurang tepat dan seolah memihak para pebisnis alat PCR.

“Menurut saya kebijakan ini tidak tepat. Mall, restauran, bus, kereta api, pesawat terbang, perkantoran secara prinsip adalah sama-sama ruangan tertutup,” ujarnya lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Selasa (26/10).

“Kebijakan ini terkesan sedang memenuhi hasrat pebisnis alat PCR,” sambungnya.


Sebut Harga Tes PCR di Bali Tembus Rp1,9 Juta, DPR: Aparat Hukum Harus Segera Bertindak

Eks kader Partai Demokrat itu menilai pemerintah tak perlu memberlakukan tes PCR sebagai syarat penggunaan transportasi. Sebab, menurut dia, vaksin dan masker ganda bisa menangkal Covid-19.

“Bukankah vaksin dan masker ganda cukup melindungi?,” tuntas Ferdinand.

Sebelumnya, pemerintah berencana menjadikan tes PCR syarat wajib perjalanan menggunakan semua moda transportasi. Kebijakan itu diambil guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada masa libur Natal dan tahun baru.

"Terkait dengan kewajiban penggunaan PCR yang dilakukan pada moda transportasi pesawat yang banyak dikritik, dapat kami sampaikan bahwa hal ini ditujukan utamanya untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata," kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dilansir dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

"Secara bertahap penggunaan tes akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Natal tahun baru," tambahnya.

Naik Pesawat Keluar Banyak Duit, Ustaz Hilmi Sarankan Tes PCR Diganti Swab Antigen

Halaman: 
Penulis : Iskandar