logo


Keberatan dengan Aturan PCR Syarat Terbang, Asosiasi Pilot Garuda: Sangat Memberatkan Penumpang

pemerintah telah menerbitkan surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53/2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali.

25 Oktober 2021 18:43 WIB

Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia terparkir di areal Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Sejumlah pesawat milik maskapai Garuda Indonesia terparkir di areal Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyatakan keberatan dengan putusan pemerintah yang mewajibkan penumpang pesawat melakukan tes PCR 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Diketahui pemerintah telah menerbitkan surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53/2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali. Dimana penumpang pesawat yang melakukan perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan hasil tes Negatif Covid-19 dengan metode tes PCR dalam kurun waktu 2x24 jam.

“Kami dari Asosiasi Pilot Garuda menyatakan keberatan dengan SE tersebut,” ujar (Plt) Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Capt. Donny Kusmanagari di Jakarta, Senin (25/10/2021).


Jokowi Perintahkan Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp300 Ribu

Dalam hal ini, APG mengapresiasi pencapaian pemerintah yang berhasil menekan angka penularan Covid-19 dan sangat mendukung upaya pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19 dengan adanya program vaksinasi dari penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) terutama terhadap pelaku perjalanan dalam negeri.

“Namun penerapan aturan diatas sangat kami sayangkan mengingat pemulihan ekonomi dari sektor transportasi udara dan pariwisata dalam dua bulan terakhir sudah menunjukkan proses membaik yang cukup signifikan,” tuturnya.

Dia menambahkan ketika aturan persyaratan perjalanan moda transportasi udara diperketat kembali dengan aturan yang ada di Inmendagri, maka hal ini akan kembali memberatkan calon penumpang.

“Hal ini juga akan berdampak langsung kepada berkurangnya tingkat keterisian pesawat yang pada akhirnya memukul sektor pariwisata,” kata dia.

Donny menuturkan bahwa teknologi pesawat juga sudah dilengkapi dengan HEPA filter yang berfungsi mencegah penularan virus di dalam pesawat dan berdasarkan penelitian dari berbagai pihak menunjukkan angka penularan Covid-19 di pesawat sangat kecil dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

“Prokes yang ketat serta persyaratan vaksinasijuga diterapkan baik bagi awak pesawat maupun penumpang,” tuturnya.

Mengingat dampak dari aturan tersebut terhadap industri penerbangan dan pariwisata,

Dalam hal ini, APG berharap agar Kementerian dan pihak-pihak terkait melakukan peninjauan kembali dengan tetap memperhatikan kondisi perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di lndonesia.

“Semoga Kementrian dan pihak- pihak terkait dapat menerima masukan ini,” tukasnya.

Syarat PCR untuk Naik Pesawat Dikritik, Luhut: Mungkin Terlalu Ketat, tapi Kita Tidak Punya Pilihan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar