logo


Erdogan Berniat Usir Dubes AS dari Turki, AS: Kami Akan Meminta Klarifikasi

Presiden Turki berniat mengusir sepuluh duta besar negara yang meminta agar seorang aktivis pembela HAM, Osman Kabala, dibebaskan

25 Oktober 2021 10:15 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintahan Amerika Serikat dikabarkan tengah meminta penjelasan dari Kementeria Luar Negeri Turki terkait rencana Ankara mengusir duta besar AS untuk Turki.

"Kami sudah memperhatikan laporan-laporan terkait hal ini dan kami akan meminta klarifikasi dari Kementerian Luar Negeri Turki terkait niatan Ankara untuk memberikan status persona non grata kepada duta besar AS," kata seorang pejabat Kemenlu AS kepada Sputniknews.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa ia sudah memberikan instruksi kepada Kemenlu Turki untuk memberikan status persona non grata kepada sepuluh duta besar negara-negara yang meminta agar aktivis pembela HAM Osman Kavala untuk dibebaskan.


WHO: Pandemi Akan Berakhir saat Seluruh Dunia Memilih untuk Mengakhirinya

"Saya menginstruksikan Menteri Luar Negeri kami untuk segera mengambil tindakan untuk memastikan bahwa sepuluh duta besar ini dinyatakan sebagai persona non grata," kata Erdogan dalam pidato publik di kota Eskisehir, yang disiarkan di Twitter-nya.

Sejauh ini, pemerintah Turki masih belum mengumumkan secara resmi perihal pengusiran duta besar tersebut.

Untuk diketahui, Kavala adalah seorang pengusaha Turki dan aktivis hak asasi manusia. Dia adalah pendiri yayasan Anadolu Kultur, mempromosikan proyek etnis dan agama minoritas, khususnya rekonsiliasi antara orang-orang Turki dan Armenia serta resolusi damai masalah Kurdi.

Tolak Kehadiran Tentara AS, Presiden Kirgistan: Kami Sudah Punya Pangkalan Militer Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia