logo


Sindir Menteri Yaqut, PAN: Kenapa Menag Pertama Tokoh Muhammadiyah?

PAN sebut pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memicu polemik.

25 Oktober 2021 06:30 WIB

Guspardi Gaus
Guspardi Gaus twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus sangat menyayangkan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) hadiah untuk warga Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, pernyataan tersebut justru memicu polemik.

"Membaca dari sejarah, pembentukan Kementerian Agama di tetapkan dengan Penetapan Pemerintah No1/SD pada tanggal 3 Januari 1946 (29 Muhammad 1365 H). Dan itu dipandang sebagai kompensasi atas sikap toleransi wakil-wakil pemimpin Islam mencoret tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya," kata Gupsardi, dalam keterangannya,Minggu (24/10/2021).

Guspardi menilai bahwa pernyataan Yaqut telah mengaburkan peran dan sikap toleransi perwakilan pimpinan Islam ketika pencoretan kalimat 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dalam Piagam Jakarta. Ia mengatakan tidak hanya pimpinan NU saja yang berkontribusi dalam pembentukan Kementerian Agama.


Anwar Abbas Desak Kemenag Dibubarkan Gegara Pernyataan Menag Yaqut 'Hadiah Negara untuk NU'

Lebih lanjut, ia mengaku heran dengan Yaqut yang menyebut Kemenag adalah hadiah negara untuk warga NU. Padahal, kata dia, Menag pertama justru dari kalangan Muhammadiyah.

"Jika memang hadiah khusus negara untuk NU, kenapa Menteri Agama pertama yang ditunjuk bukan tokoh yang berasal dari NU, melainkan tokoh Muhammadiyah bernama H.M. Rasjidi. Beliau adalah seorang ulama berlatar belakang pendidikan Islam modern lulusan Al Azhar Cairo dan Universitas Sorbonne, Prancis," pungkasnya.

Kemenag Disebut Hadiah untuk NU Bukan Umat Islam, Fadli Zon Minta Jokowi Klarifikasi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati