logo


Anwar Abbas Desak Kemenag Dibubarkan Gegara Pernyataan Menag Yaqut 'Hadiah Negara untuk NU'

Anwar Abbas sebut pernyataan Menag soal 'Kemenag hadiah negara untuk NU' membuat gaduh

23 Oktober 2021 20:35 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas wikipedia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas menyesalkan pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) adalah hadiah negara untuk NU. Ia menilai pernyataan tersebut hanya membuat gaduh.

"Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa 'Kementerian Agama bukan hadiah negara untuk umat Islam tapi adalah hadiah negara spesifik untuk NU'. Oleh karena itu adalah 'wajar' kata Menteri Agama 'kalau NU memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Kemenag' tersebut," kata Anwar, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/10/2021).

Menurutnya, pernyataan Yaqut menunjukkan tidak menghargainya kelompok lain. Selain itu, pernyataan Yaqut membuat publik semakin tahu bahwa pejabat negara banyak yang ditempati oleh orang NU.


Tolak Penamaan Jalan Ataturk, MUI: Pemerintah Menyakiti Umat Islam

"Pernyataan ini tentu sangat-sangat kita sayangkan karena tidak menghargai kelompok dan elemen umat dan masyarakat lainnya," ujarnya.

"Tetapi ada jugalah bagusnya kehadiran dari pernyataan ini karena dengan adanya pernyataan tersebut menjadi terang benderanglah bagi kita semua warga bangsa mengapa para pejabat di Kemenag dan bahkan juga para pegawainya dari atas sampai ke bawah serta juga rektor-rektor UIN dan IAIN di seluruh Indonesia nyaris semuanya dipegang dan diisi oleh orang NU," sambungnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar Kementerian Agama dibubarkan. Pasalnya, kata dia, pernyataan Yaqut yang menyebut manfaat Kemenag dirasakan oleh NU dinilai membuat gaduh masyarakat.

"Oleh karena itu kalau sebuah lembaga negara seperti Kementrian Agama ini diperlakukan dengan cara pandang dan tindak seperti ini maka tentu jelas tidak bisa kita terima. Dan kalau seandainya cara pandang seperti ini tetap terus dilanjutkan dan dipertahankan serta dibela oleh pemerintah dan partai politik yang ada di negeri ini maka saya minta Kementrian Agama lebih baik dibubarkan saja karena akan membuat gaduh dimana mudaratnya pasti akan jauh lebih besar dari manfaatnya karena manfaatnya hanya akan dirasakan oleh orang-orang dari NU saja dan tidak oleh lainnya. Hal seperti ini sebagai warga bangsa tentu jelas tidak bisa kita terima," imbuhnya.

 

Menag Yaqut Jamin Tak Ada Pesantren di Indonesia yang Ajarkan Radikalisme

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati