logo


AS Tak Ingin Konflik China-Taiwan Meledak Jadi Pertempuran Militer

Juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak ingin konflik China-Taiwan berubah menjadi perang militer

23 Oktober 2021 15:18 WIB

Juru bicara Gedung Putih, Jens Psaki
Juru bicara Gedung Putih, Jens Psaki business insider

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Juru bicara Gedung Putih, Jens Psaki, pada Jumat (22/10) mengatakan bahwa Presiden Joe Biden tidak ingin konflik China-Taiwan "meledak" hingga menjadi sebuah pertempuran militer.

"Saya ingin menekankan bahwa Menteri (Pertahanan) Austin Lloyd juga berbicara mengenai hal ini dan ia mengatakan bahwa tidak ada seorangpun, termasuk Presiden Joe Biden, yang ingin melihat isu selat (Taiwan) meledak, dan tidak ada alasan untuk itu," kata Psaki, kepada awak media, dilansir Sputniknews.

Sehari sebelumnya, Joe Biden menekankan bahwa AS akan terus mempertahankan diri jika ada pihak yang berupaya merusak kepentingan nasional dan sekutunya.


Uzbekistan Bilang Tentara AS Tak Perlu Beroperasi di Wilayahnya

"Saya tidak ingin perang dingin dengan China. Saya ingin China memahami bahwa kami tidak akan mundur dan mengubah pandangan kami," kata Biden kepada CNN, Kamis (21/10).

"China, Rusia, dan seluruh dunia tahu kami memiliki militer paling kuat dalam sejarah dunia," tambahnya.

Biden juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan membela Taiwan jika China benar-benar menyerang pulau itu.

"Ya, kami memiliki komitmen untuk melakukan itu," katanya

Terkait hal itu, Psaki menegaskan bahwa pernyataan Joe Biden tersebut tidak menunjukkan bahwa ia mengubah pendekatan kebijakan luar negeri AS terhadap China maupun Taiwan.

"Tidak ada perubahan. Presiden tidak mengumumkan perubahan apa pun dalam kebijakan kami, juga tidak membuat keputusan untuk mengubah kebijakan kami," kata Psaki.

"Hubungan pertahanan kami dengan Taiwan dipandu oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan," tukasnya.

 

Polemik Kapal Selam Nuklir, Uni Eropa Tunda Negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Australia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia