logo


Akui Tes PCR Penerbangan Merepotkan, Muhammadiyah Tegaskan Masih Perlu

Abdul meminta agar petugas bandara memperbaiki sistem tes PCR.

23 Oktober 2021 11:30 WIB

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu\'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengakui bahwa kewajiban tes polymerase chain reaction (PCR) bagi penumpang pesawat merepotkan dan menimbulkan antrean panjang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tes PCR masih diperlukan untuk memastikan agar penumpang tidak terpapar virus corona (covid-19).

"Ketentuan wajib test PCR bagi penumpang pesawat penting dan perlu untuk memastikan setiap penumpang tidak terpapar virus corona-19," kata Abdul dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (22/10/2021).

Abdul meminta agar petugas bandara memperbaiki sistem tes PCR. Pasalnya, tidak semua penumpang memiliki gawai.


Resahkan Masyarakat, Rachel Vennya Kembali Minta Maaf

"Selama ini sarananya masih terbatas. Selain itu masih diperlukan petugas yang membantu mengingat tidak semua penumpang memiliki gawai yang canggih dan menggunakan alat yang tersedia," kata dia.

Ia menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tetap berhati-hati.

"Yang juga sangat diperlukan adalah transparansi, akurasi, dan konsistensi. Kewajiban PCR jangan sampai menimbulkan beban bagi penumpang dan penipuan PCR oleh oknum tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Rachel Vennya Diperiksa Polisi, LBH SEMMI: Siapapun yang Melanggar Aturan Harus Dipidana

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati