logo


Berkat Kebaya Milik Devina Shanti Banyak Diminati Kalangan Publik Figur Hingga Pejabat

Devina berkontribusi menciptakan kebaya yang dilirik organik oleh sederet public figure ternama

22 Oktober 2021 23:47 WIB

Devina Shanti
Devina Shanti Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Brand fashion ternama Berkat kebaya milik Devina Shanti punya segudang cerita unik dalam mengembangkan usaha pakaian yang sudah berkembang di Nusantara sejak abad ke-15.

Devina berkontribusi menciptakan kebaya yang dilirik organik oleh sederet public figure ternama, seperti: Nia Ramadhani, Raisa, Gisella Anastasia, Dewi Gita, Shireen Sungkar & Zaskia Sungkar, Astrid Tiar, Angel Pieter, Citra Scholastika, Yuanita Christiani dan lainnya.

Banyak dari kalangan sosialita, publik figure hingga pejabat mengenakan desain pakaian yang dibuat oleh perempuan kelahiran Magelang pemilik akun Instagram @devinashantii.


Waduh, Selama Ini Kamu Ditipu, Sering Menggunakan Celana Jeans Menyebabkan...

Brand fashion pakaian Devina Shanti diawali dari kepiawaian ibu dari tiga anak ini memainkan warna kontras dengan perpaduan corak yang memberikan kesan glamor namun tetap elegan.

Berkat Kebaya mulai berdiri sejak tahun 2002 dengan awalnya hanya memiliki toko berukuran 26 m2 di pusat kota. Setelah lima tahun memiliki klien dari kalangan publik figur ternama, akhirnya Devina memiliki butik di Kawasan Tebet.

Awalnya Devina pernah sekolah A1 untuk menjadi dokter. Namun menyesuaikan kondisi ayahnya saat itu, ia mengambil sekolah Akuntansi di Trisakti pada tahun 1994 sampai 1998.

Sembari mengerjakan skripsi ia mengambil freelance sebagai tenaga pengajar. Selang beberapa tahun bekerja, Devina mengambil kursus di lembaga pengajaran tata busana Susan Budihardjo.

Saat itu, ia bersama suami masih memiliki pekerjaan masing-masing. Devina dulunya seorang akuntan & pengajar, sedangkan sang suami merupakan manajer perusahaan tekstil. Devina melakukan pekerjaan sampingan di hari libur yang mendorongnya menciptakan desain kebayanya sendiri.

“Puji syukur, ketika saya membuatkan kebaya saat itu banyak yang tertarik. Mereka membeli sampai stok habis, padahal masih baru memproduksi beberapa saja. Kemudian banyak dari situ orang bertanya, dan stasiun TV mengundang saya sebagai narsum. Ketika sudah mulai mendapat atensi dari para fashion stylist, saya mendapat panggilan menjahitkan pakaian artis ternama,” ujar Devina di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Bagi Devina, menjadi perancang busana merupakan anugrah yang amat ia syukuri. Wajah sumringah dari orang-orang yang mengenakan karyanya menjadi motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik.

Dia ingin mendorong Berkat Kebaya mewujudkan pancaran kepuasan dari para pelanggannya.

Dalam perjalanan awal karirnya, Devina ditawari pihak penerbit memasukan 150 pakaian yang ia kembangkan sendiri menjadi sebuah karya yang dibukukan.

Devina mendedikasikan hasil karyanya ini dalam sebuah buku pertama berjudul “The Blessings of Kebaya” pada tahun 2014 & 2016 serta buku keduanya “The Blessings of Gamis dan Kaftan” di tahun 2015. Buku tersebut laku hingga ribuan unit yang tersebar ke seluruh Indonesia.

Sejak saat itu, banyak kliennya berdatangan dari luar pulau jawa. Ada juga yang sampai mengetahui karya Devina dari mancanegara. “Bersyukur sekali peminat Berkat Kebaya ada yang sampai datang dari Malaysia atau Singapura hanya untuk mendapatkan kesempatan mengenakan busana rancangan saya,” ujarnya.

Tantangannya Dalam Mendesain Setiap Karya Dengan Ketelitian & Detail Penuh

Meskipun sudah puluhan tahun berada di industri fashion kebaya, Devina masih harus terus mengeksplorasi dengan menciptakan kombinasi warna dan desain baru yang tidak membosankan.

Akun Instagram @berkatkebaya yang saat ini memiliki 75 ribu followers lebih telah memposting beragam variasi kebaya berbeda yang diusung Devina. Sejak tahun 2015, Berkat Kebaya mengusung warna-warna kalem dengan sentuhan yang lebih anggun dan feminim.

“Dulu Berkat Kebaya hanya mempersiapkan desain custom, namun sekarang bisa sewa perdana & ready stock. Puluhan sampai ratusan pakaian bisa kami jual ke Malaysia dan Singapura, biasanya langsung habis karena limited edition,” tambah Devina.

Menurutnya, mahakarya paling disukai selama perjalanan membuat kebaya custom adalah ketika membuatkan desain yang pakai Shiren Sungkar. Ia menyebut telah memadupadankan warna broken white dan abu-abu, lalu pada bagian buntut pinggang ke bawah dilukiskan coraknya oleh tangan.  

“Sebelum tidur biasanya banyak inspirasi datang. Semua yang ada di kepala biasanya dicatat supaya tidak lupa,” ujar perempuan yang memiliki hobi bersepeda ini.

Ia juga mendesainkan baju pernikahan pasangan Jenita Janet dan Danu Sofwan. Nilai estetika pada baju tersebut tidak meninggalkan pesan yang ingin disampaikan. Telah banyak publik figure, pejabat maupun selebgram yang mempercayakan Berkat Kebaya sebagai pendamping di acara-acara besar.

Terjawab! Inilah Fungsi dari Tali Kecil di Belakang Kemeja

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar