logo


Rizal Ramli: Indonesia Bukan Lagi Negara Demokrasi, Tapi United Oligarki

RR menilai pemindahan ibu kota negara terkesan dipaksakan.

23 Oktober 2021 07:31 WIB

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli.
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ekonom senior Rizal Ramli kembali mengkritisi megaproyek pemerintah, yakni pemindahan ibu kota negara. Menurutnya, kebijakan itu hanya akan memperparah kondisi keuangan nasional.

Rizal mengatakan, pemerintah semestinya sadar diri kalau keuangan negara saat ini sedang krisis, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi ini proyek (ibu kota baru Indonesia) ngada-ngada, dipaksakan dan semuanya setuju karena yang ada ini bukan demokrasi, di Indonesia," ujar pria yang karib disapa RR itu dalam diskusi virtual Gelora Talks bertema 'APBN di antara Himpitan Pajak dan Utang Negara', Rabu (20/10).


Ferdinand Minta Jokowi Copot Sejumlah Menteri, Ada Erick Thohir hingga Mahfud Md

Mantan Menko Kemaritiman itu lantas menyebut Indonesia di era Jokowi telah melupakan nilai demokrasi. Dia menganggap Indonesia saat ini sebagai united oligarki.

"Jadi kepalanya cuman satu dia perintahkan bos-bos partai untuk dukung. Jadi yang ada ini bukan demokrasi ini namanya united olgarki," jelasnya.

"Segala macem yang enggak penting, yang bukan prioritas dipaksain. Semua bilang yes man, padahal anggaran pemerintah itu bolongnya sudah sangat besar,” imbuh Rizal Ramli.

Sarankan Jokowi Singkirkan Ngabalin, Faisal Basri Kena Semprot

Halaman: 
Penulis : Iskandar