logo


Bakal Jalani Ritual Pindah Agama Islam ke Hindu, Sukmawati Disebut Kembali ke Agama Leluhur

Nenek Sukmawati merupakan seorang beragama Hindu yang berasal dari Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.

22 Oktober 2021 20:55 WIB

Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan pers terkait polemik puisi “Ibu Indonesia” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4).
Sukmawati Soekarnoputri saat memberikan keterangan pers terkait polemik puisi “Ibu Indonesia” di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Sukarno Center di Bali Arya Wedakarna  membenarkan kabar yang menyebutkan putri Presiden RI ke-1 Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri akan menjalani ritual pindah agama dari agama Islam ke Hindu. Ia mengatakan bahwa ritual akan di selenggarakan di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (26/10/2021).

"Iya benar itu. Acaranya di Bali pada tanggal 26 Oktober 2021, Minggu depan," kata Arya Wedakarna yang juga  penanggung jawab acara, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (22/10/2021).

Arya mengatakan bahwa dirinya ditunjuk untuk membantu upacara Sudhi Wadhani, yaitu upacara pengukuhuan dan pengesehan seseorang yang secara tulus menganut agama Hindu. Ia pun mengatakan bahwa pindahnya agama Sukmawati sudah disetujui oleh pihak keluarga.


Tanggapi Ceramah Syafiq Riza, Abu Janda: Saya Muslim Tapi Sahabat Banyak Nonmuslim, Tak Masalah

"Baik itu, keluarga putra-putri beliau yang utama dan juga saudara-saudara beliau. Ibu Megawati, Ibu Rachmawati almarhum, Bapak Guntur. Semuanya berproses jadi tinggal acara saja seperti itu," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pindahnya agama Sukmawati merupakan haknya untuk kembali ke agama leluhur. Ia menyebut nenek Sukmawati merupakan seorang beragama Hindu yang berasal dari  Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.

"Karena nenek beliau Nyoman Rai Srimben asal Singaraja juga seorang Hindu. Jadi, beliau (Sukmawati) juga menginginkan tempatnya bukan di Jakarta tapi di Bali. Tapi, di Bali harus di balai agung adalah tempat leluhur beliau yaitu Ibunda Bung Karno Nyoman Rai Sirimben," ujarnya.

"Kalau saya sebagai saksi perjuangan beliau. Melihat beliau itu sepertinya kok selama ini suka dengan Hindu dengan Bali. Selalu minta datang ke Pura-pura, udah puluhan tahun ini dan suka membaca kitab suci Hindu. Suka berdiskusi dengan para biksu para pendeta-pendeta, pemangku kami," pungkasnya.

JK Sebut 10 Orang Kaya di RI Hanya 1 yang Beragama Islam, Abu Janda: Jangan Lempar Isu yang Menjurus ke SARA

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati