logo


IAEA Tak Punya Bukti Iran Tingkatkan Kadar Uranium dalam Fasilitas Nuklirnya

Kepala Badan Pengawas Nuklir Internasional mengatakan jika pihaknya tidak memiliki informasi yang mengarah pada adanya peningkatan kadar uranium dalam fasilitas nuklir Iran

22 Oktober 2021 20:18 WIB

Fasilitas pembangkit nuklir milik Iran
Fasilitas pembangkit nuklir milik Iran The Times of Israel

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Pengawas Nuklir Internasional (IAEA) Rafael Grossi, pada Kamis (21/10) menyatakan jika pihaknya selama ini tidak memiliki bukti atau informasi yang menunjukkan jika Iran secara diam-diam meningkatkan kadar uranium pada fasilitas nuklirnya.

"Saya tidak punya informasi apapun (yang menunjukkan) mereka (Iran) melakukannya," kata Grossi dalam sebuah wawancara, dilansir Sputniknews.

"Saya sangat yakin dengan kemampuan sistem inspeksi kami dalam mengungkap apa yang terjadi jika kami diijinkan untuk melakukannya (pengawasan)," tambahnya.


Beijing: Isu Taiwan Murni Urusan Internal China

Pada akhir Mei lalu, badan pengawas nuklir PBB tersebut mengatakan bahwa Iran gagal menjelaskan mengenai jejak proses uranium yang ditemukan di sejumlah fasilitas nuklirnya. Dalam laporannya, IAEA mencurigai jika Iran terus melakukan pelanggaran terhadap batas maksimal penggunaan kadar uranium yang sudah diatur dalam perjanjian nuklir 2015 atau kesepakatan JCPOA.

Perjanjian JCPOA sendiri dibentuk oleh sejumlah negara seperti AS, China, Rusia, Jerman, Perancis dan Inggris pada tahun 2015 untuk membatasi program pengembangan nuklir Iran. Sebagai gantinya, Iran akan dibebaskan dari semua sanksi internasional yang membelenggu perekonomiannya. Namun, Presiden Donald Trump pada 2018 lalu memutuskan untuk membawa AS keluar dari perjanjian tersebut dan kembali mengaktifkan sanksi terhadap Iran.

 

Kongres AS Klaim India Sedang Kembangkan Senjata Hipersonik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia