logo


Menag Yaqut Jamin Tak Ada Pesantren di Indonesia yang Ajarkan Radikalisme

Masyarakat perlu tahu definisi pesantren, sebab ada lembaga pendidikan yang mengklaim sebagai pesantren.

22 Oktober 2021 17:14 WIB

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan tak ada radikalisme di pesantren. Dia menegaskan pesantren tak pernah mendidik para santri menjadi seorang ekstremis.

“Tidak ada radikalisme di pesantren. Karena di pesantren-pesantren itu pasti diajarkan ilmu-ilmu agama yang sangat moderat,” kata Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/10).

Yaqut juga meminta masyarakat bisa mengetahui definisi persantren. Sebab, ada lembaga pendidikan yang mengklaim sebagai pesantren.


Menag Geser Hari Libur Keagamaan, Fadli Zon: Aneh, Kurang Faedah dan Kurang Kerjaan

“Kalau ada lembaga pendidikan lain yang tidak seperti pesantren definisinya, tapi dia mendefinisikan sebagai pesantren, kemudian radikal, itu berbeda,” jelasnya.

Politikus PKB itu bahkan menjamin bahwa tak ada pesantren di Indonesia yang mengajarkan radikalisme.

“Saya memberikan jaminan pesantren tidak ada yang mengajarkan radikalisme,” ujar Yaqut.

Hari Santri 2021, Gibran Apresiasi Pesantren yang Mampu Hadapi Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Iskandar