logo


BEM UI Beri Rapor Merah ke Menteri, Jubir Luhut: Nggak Ada Masalah

BEM Universitas Indonesia memberikan kritik terhadap menteri Kabinet Indonesia Maju dalam 2 tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin

22 Oktober 2021 11:33 WIB

Luhut Binsar Pandjaitan
Luhut Binsar Pandjaitan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - BEM Universitas Indonesia memberikan kritik terhadap menteri Kabinet Indonesia Maju dalam 2 tahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. BEM UI memberikan rapor merah dengan penilaian jelek untuk para menteri, salah satunya Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Jubir Luhut, Jodi Mahardi, mengatakan bahwa semua orang berhak berpendapat dengan perspektif yang berbeda.

"Ya nggak ada masalah mau komentar apapun BEM UI. Semua berhak berpendapat, dan perspektif kan bisa beda-beda, ada yang terbiasa melihat gelas setengah kosong dan ada yang melihat gelas setengah penuh, ada yang negatif dan positif thinking," kata Jodi, dalam keterangannya, Jumat (22/10).


Situasi Pandemi Covid-19 Membaik, Luhut Sebut Angka Kematian Nol dan Kasus Turun 99%

Jodi mengatakan bahwa pemerintah serius mengendalikan perubahan iklim dengan melalui kebijakan.

"Indonesia sangat serius dalam mengendalikan perubahan iklim. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan tropis, penanggulangan perubahan iklim merupakan kepentingan nasional Indonesia. Melalui langkah-langkah kebijakan, pemberdayaan, dan penegakan hukum, laju deforestasi Indonesia saat ini telah turun ke level terendah dalam dua puluh tahun terakhir," ujarnya.

Jodi mengatakan bahwa pemerintah berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut. Jodi mengatakan bahwa semua orang memiliki peran dalam memerangi perubahan iklim.

"Pencegahan konversi hutan alam dan lahan gambut hingga 66 juta hektar. Pengurangan kebakaran hutan sebesar 82 persen, sedangkan di beberapa wilayah Amerika, Australia dan Eropa mengalami peningkatan terbesar. Bahkan tokoh dunia seperti John Kerry saja memuji keberhasilan Indonesia," kata Jodi.

"Setiap orang memiliki peran untuk dimainkan dalam memerangi perubahan iklim. Seperti halnya pemuda yang memiliki karakter idealis, inovatif, dan positif. Pemuda perlu menjadi bagian dari solusi, jangan jadi pemuda-pemuda pesimis," imbuhnya.

Jika Natal-Tahun Baru Mampu Dilewati dengan Baik, Luhut: Saya Pikir Kita Sudah Masuk Endemi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata