logo


Badan Pengawas Nuklir Bentuk Tim Khusus untuk Selidiki Kerja Sama Kapal Selam AUKUS

Kepala IAEA mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk sebuah tim khusus untuk mempelajari kesepakatan AUKUS yang dibentuk oleh AS, Inggris dan Australia.

21 Oktober 2021 21:15 WIB

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Badan Pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency (IAEA) dilaporkan telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kesepakatan kapal selam nuklir trilateral yang dibentuk oleh AS, Inggris dan Australia, AUKUS. IAEA memperingatkan bahwa aliansi AUKUS telah meningkatkan kekhawatiran tentang dimulainya perlombaan senjata.

Selama kunjungan ke Washington, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan bahwa tim khusus tersebut akan mempelajari implikasi keselamatan dan dasar hukum dari kesepakatan kontroversial yang diumumkan bulan lalu.

Di bawah AUKUS, AS dan Inggris akan membantu Australia membangun armada kapal selam bertenaga nuklir. Aliansi tersebut juga dilaporkan akan fokus pada kemampuan militer dan dunia maya dan teknologi bawah laut lainnya. Pakta tersebut dipandang sebagai upaya untuk melawan dominasi China di Asia Pasifik.


Hadapi Ancaman Serangan Israel, AU Iran Gelar Latihan Tempur Besar-besaran

Grossi mengatakan bahwa “perjanjian khusus” dengan IAEA perlu dibuat untuk memastikan bahwa bahan dan teknologi yang diterima Australia “di bawah perlindungan”, tapi sejauh ini masih belum jelas apakah badan tersebut dapat memastikan bahwa bahan bakar kapal selam tersebut tidak dialihkan ke manufaktur senjata nuklir.

 

Keluarga Korban Serangan Salah Sasaran AS di Afghanistan Belum Terima Kompensasi atau Permintaan Maaf

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia