logo


Keluarga Korban Serangan Salah Sasaran AS di Afghanistan Belum Terima Kompensasi atau Permintaan Maaf

Militer AS melancarkan serangan udara di kota Kabul pada Agustus lalu untuk mengeliminasi ISIS, namun serangan tersebut justru menewaskan warga sipil

21 Oktober 2021 20:46 WIB

Serangan udara AS tewaskan sepuluh warga sipil Afghanistan
Serangan udara AS tewaskan sepuluh warga sipil Afghanistan istimewa

KABUL, JITUNEWS.COM - Meski AS sudah mengaku bersalah dan menawarkan kompensasi terhadap keluarga korban serangan udara di Kabul, namun hal itu tentu saja tidak bisa mengembalikan nyawa dan memulihkan duka yang dialami oleh mereka yang ditinggalkan.

Seperti diketahui, serangan udara AS di Kabul sebenarnya dilakukan untuk menyerang kelompok teroris ISIS yang bertanggung jawab atas insiden serangan bom bunuh diri di bandara internasional Hamid Karzai ditengah proses evakuasi warga sipil keluar dari Afghanistan. Sayangnya, serangan AS tersebut "salah sasaran" dan menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk tujuh anak-anak.

"Kami bersedia menerima (permintaan maaf) jika mereka (pemerintah AS) menghubungi kami, meminta maaf dan mengakui jika keluarga kami tidak berdosa," kata Emal Ahmadi, salah satu keluarga korban dalam sebuah wawancara dengan RT.com.


Parlemen Kolombia dan Venezuela Setuju Normalisasi Hubungan Diplomatik

Ia mengatakan bahwa sejauh ini AS belum menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga ataupun memberikan kompensasi.

"Setiap hari dan setiap saat setelah serangan tersebut, kami selalu merasa sakit saat memikirkan mereka yang terbunuh," tambahnya.

"Hidup kami menjadi lebih buruk. Siang dan malam, kami teringat akan semua kenangan dengan saudara dan anak-anak kami, kami sangat meridukan mereka, dan hidup kami serasa di neraka tanpa mereka," lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa meski pihak keluarga bersedia menerima permintaan maaf dan kompensasi AS, namun hal itu tidak dapat mengurangi sakit yang mereka rasakan.

"Kompensasi bukanlah sebuah obat untuk sakit yang kami rasakan; itu adalah kenyataan. Hal itu (kompensasi) tidak dapat menggantikan keluarga kami yang hilang...(dan) kompensasi tidak akan membawa mereka kembali hidup," tandasnya.

Hadapi Ancaman Serangan Israel, AU Iran Gelar Latihan Tempur Besar-besaran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia