logo


Proses Penilaian Vaksin Sputnik V oleh WHO Sudah Masuki Tahap Akhir

Meski sudah digunakan di 69 negara di dunia, namun vaksin Sputnik V buatan Rusia masih belum mendapatkan lisensi dari WHO

21 Oktober 2021 17:00 WIB

Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss
Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Lembaga Investasi Langsung Rusia (RDIF) pada Rabu (20/10) menyatakan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengkonfirmasi bahwa proses penilaian mereka terkait vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, sudah memasuki tahap akhir.

"@WHO mengonfirmasi bahwa proses prakualifikasi Sputnik V berjalan sesuai rencana dan memasuki tahap akhir. Sekelompok inspektur WHO akan segera mengunjungi Rusia untuk mengumpulkan semua inspeksi & dokumen yang diperlukan tentang #SputnikV, salah satu yang paling aman & paling efisien di dunia vaksin," kata pihak pengembang vaksin tersebut dalam postingan Twitter.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan media, Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan jika WHO dapat segera memberikan ijin penggunaan vaksin Sputnik V jika pemerintah Rusia sudah menanda-tangani dokumen yang diperlukan.


Menhan Rusia Tuding AS Secara Aktif Tingkatkan Persenjataan Nuklir Taktis

“Ada beberapa dokumen hukum yang perlu ditandatangani oleh kedua belah pihak sebelum proses [peninjauan WHO terhadap vaksin Rusia] berlanjut, dan saya pikir di sinilah kita sekarang. Pihak berwenang Rusia telah meyakinkan kami bahwa dokumen-dokumen ini akan ditandatangani dengan segera, dan segera setelah ini selesai ... evaluasi berkas akan dimulai kembali, dialog akan dimulai kembali, dan kemudian inspeksi akan direncanakan," kata Swaminathan.

WHO juga berharap dapat mengirim tim ahlinya ke Rusia sesegera mungkin untuk memeriksa lokasi manufaktur vaksin buatan Institut Gamaleya tersebut.

“Jika semua ini terjadi [dokumen ditandatangani] dalam beberapa hari ke depan, proses akan dimulai kembali, dan sangat mungkin bahwa pemeriksaan juga akan dilakukan sebelum akhir tahun, dan prosesnya dapat diselesaikan," kata Swaminathan.

"Kami berharap begitu [Sputnik V akan disetujui], dan itu adalah vaksin yang bagus dari data yang kami lihat," tukasnya.

Pangkalan Militer AS di Perbatasan Irak-Suriah Kembali Diserang Drone

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia