logo


Mantan Menlu AS Sebut Amerika Melemah Gara-Gara Kebijakan Presiden Joe Biden

Mantan menteri luar negeri AS menyebut kebijakan luar negari pemerintahan Joe Biden telah melemahkan Amerika Serikat di kancah internasional

21 Oktober 2021 15:15 WIB

Mantan Menlu AS era Donald Trump, Mike Pompeo
Mantan Menlu AS era Donald Trump, Mike Pompeo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyebut jika berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Joe Biden secara tidak langsung mengeksploitasi "kelemahan Amerika" dalam persaingan internasional, khususnya pendekatan Washington terhadap Iran, China dan Taiwan.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Pompeo mengkritisi reaksi pemerintahan Joe Biden yang "terkejut" dengan uji coba rudal hipersonik yang dilakukan oleh China pada Agustus lalu. Menurut Pompeo, seharusnya AS tidak bereaksi seperti itu.

"Fakta bahwa mereka (pemerintahan Joe Biden) mengklaim bahwa mereka menyambut persaingan ketat sangat aneh untuk dikatakan tentang [China]. Mereka (China) bukan pesaing, (tapi) musuh, yang telah menjelaskan bahwa mereka (China) ingin dunia terlihat seperti dunia ideologis Marxis-Leninis mereka," kata Pompeo.


PM Polandia Kecam Jalur Nord Stream 2, Uni Eropa: Anda Hanya Ingin Melarikan Diri dari Perdebatan

Menurut Pompeo pemerintahan Joe Biden telah membuat Amerika Serikat terlihat lemah pada beberapa kesempatan, termasuk dengan penanganan proses penarikan pasukan militer evakuasi warga sipil dari Afghanistan. Selain itu juga terkait dengan "persiapan" untuk negosiasi perjanjian nuklir dengan Iran, dan dengan kebijakan AS terhadap Taiwan.

Mantan menlu AS era Donald Trump itu juga berpendapat bahwa dukungan AS terhadap Taiwan jauh lebih besar pada era Trump, dimana saat itu tindakan militer AS lebih agresif terhadap China.

"Itulah semua hal di mana Amerika menunjukkan kelemahan. Dan ketika Anda melakukan itu, musuh kita akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menempatkan kita pada risiko dan dapat menghancurkan kita," tegasnya.

 

Rusia Bilang ISIS dan Al Qaeda Bisa Manfaatkan Situasi Afghanistan yang Belum Stabil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia