logo


Soal BUMN Sakit, PDIP: Kebanyakan Direksi Bermental KKN

persoalan yang terjadi di BUMN lebih kepada mental orang-orangnya

21 Oktober 2021 12:04 WIB

Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Darmadi Durianto
Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Darmadi Durianto Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menilai, rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN membubarkan BUMN yang sakit hanya solusi jangka pendek.

Menurutnya, persoalan yang terjadi di BUMN lebih kepada mental orang-orangnya. Hal inilah yang jadi persoalan mendasar dan perlu perbaikan secara komprehensif.

"Masalah di BUMN yang paling utama adalah bagaimana mencari orang yang kapabel untuk memimpin BUMN tersebut dan punya jiwa entrepreneur, bukan jiwa KKN," kata Politikus PDIP itu kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).


Soal Keinginan Golkar Bubarkan Kementrian BUMN, PKB: Sulit Diwujudkan

Praktek KKN inilah, menurutnya, yang membuat BUMN sulit menjadi perusahaan yang memiliki daya saing tinggi.

Dan praktek semacam itu, kata Darmadi, seolah sudah menjadi kultur yang mengakar di BUMN.

"Kenyataan, di anak-anak perusahaan didudukan orang-orang yang kebagian posisi di perusahaan induk yang ngak jelas kompetemsinya dan Direksi perusahaan induk banyak merangkap jabatan sebagai Komisaris dianak perusahaan tanpa arahan yang jelss. Beda yang di swast,” kata dia.

“Swasta saja kalau tidak dipegang profesional cepat hancur, karena org tua yang sudah bersusah payah membangun usaha, kesulitan mendidik anak untuk jadi penerus,meskipun semua," ungkap Bendahara Megawati Institute itu.

Sekali lagi, Darmadi menegaskan, BUMN bisa menjadi sakit karena kebanyakan jiwa direksi lebih bermental KKN.

"Jadi selama masih mendapatkan direksi yang masih bermental KKN maka potensi satu BUMN akan menjadi sakit akan tetap ada walaupun saat ini dalam kondisi sehat. Akibatnya yang sakit tidak bisa disembuhkan, yang sehat bisa jadi sakit. Jadi opsi pembubaran BUMN sakit hanya solusi jangka pendek karena memang sudah tidak bisa diselamatkan, mestinya saya kira yang harus dibubarkan itu direksi-direksi bermental KKN (korup)," ujarnya.

Menurutnya, kondisi BUMN saat ini yang sakit dan sudah tidak bisa disembuhkan bisa di likuidasi.

"Tapi yang penting yang masih bisa diselamatkan harus dicari jalan keluar. BUMN yang under capacity harus dinaikkan kapasitasnya. BUMN yang sehat dan sudah full capacity harus dijaga kesehatannya. Untuk itulah perlunya mencari direksi yang kompeten dan berjiwa wiraswasta dan bukan berjiwa KKN," tuturnya.

Disamping itu, menurutnya, efek mental KKN ini juga berefek serius pada pola kebiasaan para direksi BUMN ketika dihadapkan pada satu persoalan.

Mereka, kata dia, kebanyakan enggan mencari jalan keluar saat perusahaan yang dipimpinnya tengah hadapi permasalahan terutama soal keuangan.

"Yang lebih parah sekarang begitu ada masalah keuangan atau cashflow keuangan maka dibenak mereka langsung muncul opsi minta PMN. PMN minded sudah masuk dalam otak kebanyakan direksi saat ini. Ke depan pola semacam ini harus dibenahi melalui UU BUMN yang kini tengah kita bahas revisinya," pungkasnya.

Dukung Penutupan BUMN Sakit, Puan: Hanya Menjadi Beban Negara

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar