logo


Mesir, Yunani dan Siprus Kecam Kegiatan Provokatif Turki di Mediterania Timur

Eksplorasi migas Turki di wilayah perairan Mediterania Timur mendapat kecaman dari Mesir, Yunani dan Siprus

20 Oktober 2021 16:00 WIB

Kapal Oruc Reis Turki
Kapal Oruc Reis Turki sputniknews

ATHENA, JITUNEWS.COM - Para pemimpin Yunani, Siprus dan Mesir telah bersama-sama mengutuk kegiatan eksplorasi migas Turki di wilayah perairan Mediterania Timur. Hal itu mereka sampaikan dalam pernyataan tertulis bersama yang dirilis pada hari Selasa setelah pertemuan puncak trilateral di Athena.

“Kami mengutuk pengeboran ilegal dan operasi seismik oleh kapal-kapal Turki di ZEE Siprus/landas kontinen, di wilayah maritim yang telah dibatasi sesuai dengan hukum internasional. Kami juga menegaskan kembali kecaman kami atas pelanggaran terus-menerus terhadap wilayah udara nasional Yunani dan perairan teritorial di Laut Aegea (Mediterania Timur). dan semua kegiatan ilegal lainnya di daerah-daerah yang termasuk dalam landas kontinen Yunani, yang bertentangan dengan hukum internasional," kata Kantor Kepresidenan Siprus dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan setelah pertemuan antara Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Presiden Siprus Nicos Anastasiades dan Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi.

Para pemimpin lebih lanjut mendesak Ankara untuk menjauhkan diri "secara konsisten dan tulus" dari tindakan provokasi yang melanggar hukum internasional dan menyerukan dialog yang produktif, yang "tidak dapat dilakukan di lingkungan yang agresif atau di bawah ancaman penggunaan kekuatan".


Cegah Gelombang Imigran Ilegal dari Belarus, Polandia Kerahkan 6 Ribu Personil Tentara ke Perbatasan

Mengenai masalah Siprus, ketiga pihak menegaskan kembali dukungan mereka terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan yang menyerukan "federasi bizonal, bikomunal dengan kedaulatan tunggal, kepribadian internasional tunggal dan kewarganegaraan tunggal" dan mendorong Ankara untuk juga mematuhinya.

Para pemimpin mengkritik keputusan Turki untuk lebih membuka wilayah kota penyangga Varosha dan menuntut kembalinya negosiasi untuk mencapai "penyelesaian yang adil, komprehensif dan layak" dari masalah tersebut.

Siprus telah secara de facto terpecah menjadi dua sejak 1974, menjadi Siprus dan Republik Turki Siprus Utara yang dideklarasikan pada 1983 dan diakui oleh Turki.

Kim Jong-un Uji Coba Rudal, China Desak Semua Pihak Hentikan Kegiatan Militer di Semenanjung Korea

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia