logo


Cegah Gelombang Imigran Ilegal dari Belarus, Polandia Kerahkan 6 Ribu Personil Tentara ke Perbatasan

Pemerintah Polandia dikabarkan telah mengerahkan ribuan personil militer untuk mengamankan wilayah perbatasan Polandia-Belarus dari gelombang imigran ilegal

20 Oktober 2021 15:00 WIB

Ribuan Tentara Polandia dikerahkan ke wilayah perbatasan untuk mengamankan wilayahnya dari imigran ilegal
Ribuan Tentara Polandia dikerahkan ke wilayah perbatasan untuk mengamankan wilayahnya dari imigran ilegal Reuters

WARSAWA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Polandia dikabarkan telah mengerahkan hampir 6.000 personil tentara untuk menjaga wilayah perbatasan dengan Belarusia di tengah krisis migrasi yang sedang berlangsung. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak, pada Selasa (19/10).

"Hampir 6.000 tentara dari divisi 16, 18, dan 120 sudah ditempatkan di perbatasan Polandia-Belarusia," kata Blaszczak dalam postingan Twitternya.

Ia menambahkan bahwa para personil tentara tersebut akan membantu menjaga wilayah perbatasan dan mencegah masuknya gelombang pengungsi ilegal.


Kecam Uji Coba Peluncuran Rudal Korut, PM Jepang Ingin Perkuat Kemampuan Pertahanan Nasionalnya

Pasukan penjaga perbatasan Polandia sebelumnya melaporkan 612 kasus penyeberangan pangungsi ilegal di perbatasan dengan Belarus selama satu hari terakhir. Selama bulan Oktober ini, sekitar 10.000 upaya untuk melintasi perbatasan secara ilegal telah terdeteksi, menyusul 20.000 kasus pada bulan September lalu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Polandia bersama dengan negara tetangga, termasuk Latvia dan Lithuania telah melaporkan masuknya migran yang mencoba menyeberang ke wilayah Uni Eropa dari Belarus. Mereka menuduh pemerintahan Alexander Lukashenko memfasilitasi migrasi ilegal untuk mengacaukan Uni Eropa sebagai tindakan pembalasan atas sanksi besar-besaran yang dijatuhkan oleh negara-negara Eropa terhadap Minsk.

Sementara itu, Belarus menolak klaim tersebut, dengan menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat membendung krisis migrasi karena adanya sanksi dari Uni Eropa.

Menlu Rusia Bilang NATO Kubur Gagasan Kontak Bilateral dengan Moskow

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia