logo


Menlu Rusia Bilang NATO Kubur Gagasan Kontak Bilateral dengan Moskow

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa NATO telah membuat kontak bilateral dengan pihaknya terputus

20 Oktober 2021 14:30 WIB

Sergey Lavrov
Sergey Lavrov Tass

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa NATO telah "mengubur gagasan konsultasi dengan Moskow". Dia menambahkan bahwa Kremlin dan aliansi barat sebelumnya tidak bertukar perwakilan untuk waktu yang lama sebelum Rusia memutuskan untuk menghentikan komunikasi bilateral pada 18 Oktober lalu.

“Berbicara tentang NATO: Saya telah memberi tahu Anda bagaimana semuanya dimulai dan bagaimana orang-orang di NATO hanya mengubur aturan kunci yang menjadi dasar bagi Dewan NATO-Rusia – khususnya kebutuhan akan konsultasi mendesak dalam situasi krisis. Dan tren ini secara umum berlanjut," kata Lavrov, dikutip Sputniknews.

Dia menambahkan bahwa Rusia telah mengusulkan kepada NATO lebih dari sekali untuk mencapai kesepakatan tentang batasan yang tidak boleh dilintasi oleh militer mereka, termasuk seberapa dekat mereka dapat mencapai perbatasan bersama, dan tentang perluasan lokasi latihan perang rutin dari perbatasan tersebut.


Uni Eropa Terancam dengan Reformasi Sistem Yudisial Polandia

"Semua proposal ini disambut dengan diam oleh aliansi (NATO)," tambahnya.

Ia mencatat bahwa penghentian format bilateral adalah "satu tanggapan terhadap tiga langkah yang diambil oleh NATO".

Lavrov mengecam reaksi Barat terhadap pengumuman tentang penghentian format kontak bilateral, dan menyebutnya sebagai upaya untuk mengalihkan kesalahan dan tanda kurangnya "budaya diplomatik". Lebih lanjut, sang Menteri menyatakan bahwa jika NATO ingin memperbaiki hubungan bilateral, maka mereka lah yang harus membuat langkah pertama.

"Ya, posisi kami berasal dari fakta bahwa kami tidak pernah memprakarsai kemerosotan hubungan - baik dengan NATO, maupun dengan Uni Eropa, atau dengan negara mana pun dari belahan bumi Barat atau wilayah lain mana pun," katanya.

Pada 18 Oktober, Moskow mengumumkan bahwa mulai bulan November mendatang perwakilan permanennya di NATO akan ditangguhkan. Selain itu, operasi kantor informasi aliansi dan misi penghubung militer di Moskow juga akan ditangguhkan, dengan akreditasi karyawan mereka dicabut per 1 November.

Kecam Uji Coba Peluncuran Rudal Korut, PM Jepang Ingin Perkuat Kemampuan Pertahanan Nasionalnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia