logo


Hari Libur Maulid Nabi Digeser, Umat Islam Diminta Tak Mempermasalahkannya

Pemerintah menggeser hari libur karena menghindari kejadian yang berdampak buruk pada pandemi Covid-19

19 Oktober 2021 16:27 WIB

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari libur peringatan Maulid Nabi awalnya 19 Oktober 2021 lalu digeser ke 20 Oktober 2021. Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, meminta umat Islam tidak mempermasalahkan hal itu.

"Peringatan maulid merupakan simbol kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, tapi yang paling penting bagi kita sebagai umatnya adalah bagaimana membuktikan rasa cinta itu dengan meneladani sikap dan akhlak beliau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadilah umat Muhammad yang substansial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/10).

Pemerintah menggeser hari libur karena menghindari kejadian yang berdampak buruk pada pandemi Covid-19.


Pemerintah Diminta Perhatikan 8 Hal Penting di Sektor Properti

"Kaidahnya jelas, bahwa menghindari kemudharatan itu lebih utama daripada mendapatkan keutamaan sebuah kebaikan," jelasnya.

Sultan meminta masyarakat untuk menaati aturan dari pemerintah. Ia terinspirasi dengan sikap politik Rasulullah Muhammad SAW ketika mempersatukan penduduk Madinah yang heterogen dengan konsesnsus sosial yang terkenal yaitu perjanjian Hudaibiyah atau Piagam Madinah.

"Sebagai bangsa yang bhinneka, kita patut meneladani keberanian moral dan kebesaran jiwa politik Rasulullah dalam menata kehidupan sosial politik dan ekonomi negara Madinah dengan prinsip kesetaraan dan keadilan. Beliau peletak dasar prinsip Negara Bangsa," pungkasnya.

Beri Selamat ke DPD RI, Jokowi: Simpul Utama Persatuan dan Kesatuan yang Kokoh

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata