logo


Refly Harun: Hati-hati dengan China, Negara yang Mayoritasnya Tak Beragama

Refly Harun merespons kabar dihapusnya aplikasi Al-Qur'an atas permintaan pemerintah China.

19 Oktober 2021 09:52 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengajak masyarakat Indonesia untuk mewaspadai China yang disebutnya mayoritas tidak beragama.

Hal ini terkait kabar yang menyebut pemerintah China meminta aplikasi Quran Majeed dihapus dari App Store.

Refly mengingatkan, China adalah negara yang kerap bekerjasama dengan Indonesia. Sebab itu, tak menutup kemungkinan umat Islam di Indonesia bakal terancam.


Militer China Tuding AS dan Kanada Lakukan Tindak Provokasi di Selat Taiwan

Dia juga menyinggung rekam jejak buruk China dalam memperlakukan etnis muslim, Uighur.

“Negara yang paling sering kita ajak kerja sama. Hati-hati dengan China, karena negara yang mayoritasnya tidak beragama,” ujar Refly Harun, dilansir dari GenPI.co, Selasa (19/10).

“Tapi persoalan lainnya adalah dia melakukan genosida terhadap etnis Uighur, etnis yang merupakan etnis muslim di China,” lanjutnya.

Terlebih, menurut Refly, banyak pihak yang cemas dengan pergerakan Islam di dunia saat ini. Sementara Indonesia secara global, merupakan negara dengan populasi muslim terbesar.

“Bayangkan, kita punya hobi bekerjasama dengan China yang punya track record justru meminggirkan Islam, Oh jangan-jangan kita juga,” jelas Refly.

“Kalau China agak sentimen dengan Uighur, ya mungkin saja, karena banyak sekarang orang yang khawatir dengan muslim movement,” tuntasnya.

China Bantah Lakukan Uji Coba Rudal Hipersonik, Jubir Kemenlu: Itu adalah Kendaraan Luar Angkasa

Halaman: 
Penulis : Iskandar