logo


PM Israel Sebut Iran sebagai Sumber Ketidakstabilan di Lebanon, Irak dan Suriah

Perdana Menteri Israel mengatakan jika rakyat Lebanon, Irak dan Suriah berharap dapat terbebas dari pengaruh militer Iran sehingga dapat membangun kehidupan yang lebih baik.

18 Oktober 2021 11:00 WIB

Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel yang baru, mengantikan posisi Benjamin Netanyahu
Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel yang baru, mengantikan posisi Benjamin Netanyahu BBC

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, pada Minggu (17/10) menyebut jika Iran telah menyebabkan peningkatan tindak kekerasan, kemiskinan, dan ketidakstabilan ke semua tempat dimana mereka beroperasi.

"Ini adalah sentuhan Iran - Setiap tempat Iran pergi, itu memasuki pusaran kekerasan, kemiskinan, ketidakstabilan dan kegagalan," kata Bennett pada pembukaan Pertemuan Kabinet Mingguan, dikutip Sputniknews.

Mengomentari perkembangan situasi di Lebanon, Irak dan Suriah, Sang perdana menteri mengatakan bahwa Israel akan terus memantau dengan cermat perkembangan di ketiga negara Timur Tengah tersebut.


Ganti Rugi, AS Tawarkan Pesawat Tempur F-16 kepada Turki

“Dalam kedua kasus, kami melihat perkembangan dan tren yang dimulai dari bawah, kekuatan yang muak dan lelah dengan kontrol Iran, baik itu Hizbullah di Lebanon atau milisi Syiah dalam kasus Irak, yang mengalami serangan telak dalam pemilu pekan lalu,” katanya.

Naftali Bennett juga menyatakan jika rakyat Lebanon dan Irak berharap dapat "membebaskan diri mereka dari cengkeraman ketat Pengawal Revolusi Iran dan membangun kehidupan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri."

Kena Serangan Siber, Laman Facebook Perdana Menteri Kazakhstan Tak Dapat Diakses

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia