logo


Tolak Penamaan Jalan Ataturk, MUI: Pemerintah Menyakiti Umat Islam

MUI sebut pemerintah telah menyakiti umat muslim apabila tetap mengabadikan nama Ataturk menjadi nama salah satu jalan di DKI Jakarta.

18 Oktober 2021 05:44 WIB

Anwar Abbas
Anwar Abbas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menolak rencana pemerintah yang hendak menamai salah satu jalan di DKI Jakarta dengan tokoh sekuler Turki modern Mustafa Kemal Ataturk. Ia mengatakan bahwa Ataturk adalah tokoh yang memiliki pemikiran sesat.

"Jadi Mustafa Kemal Ataturk ini adalah seorang tokoh yang kalau dilihat dari fatwa MUI adalah orang yang pemikirannya sesat dan menyesatkan," kata Anwar dalam keterangan resminya, Minggu (17/10/2021).

Anwar Abbas juga mengatakan bahwa Ataturk adalah sosok yang telah mengacak-acak ajaran Islam. Ataturk, kata dia, telah memajukan Turki dengan cara menjauhkan rakyatnya dari ajaran Islam.


Baim Wong Marahi Seorang Kakek, MUI: Mungkin Dia Sedang Galau

"Jadi Ataturk ini adalah seorang tokoh yang sangat sekuler, yang tidak percaya ajaran agamanya akan bisa menjadi solusi dan akan bisa membawa Turki menjadi negara maju," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah telah menyakiti umat muslim apabila tetap mengabadikan nama Ataturk menjadi nama salah satu jalan di DKI Jakarta.

"Oleh karena itu kalau pemerintah tetap akan mengabadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di Ibukota Jakarta hal itu jelas merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dan tidak arif serta jelas-jelas akan menyakiti dan mengundang keresahan di kalangan umat Islam," pungkasnya.

 

Ataturk Bakal Jadi Nama Jalan di DKI, PKS: Batalkan, Sosoknya Sangat Diktator!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati