logo


Desak Kementerian BUMN Dibubarkan, Golkar Sebut Kinerja Direksi 'Asal Bapak Senang'

Golkar menyarankan agar Kementerian BUMN menjadi superholding di bawah kementerian teknis.

18 Oktober 2021 04:53 WIB

Wasekjen DPP Golkar, Maman Abdurahman
Wasekjen DPP Golkar, Maman Abdurahman ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Maman Abdurrahman mendesak agar Kementerian BUMN dibubarkan. Ia menyebut kultur profesionalisme mulai hilang sehingga membuat BUMN tidak maju-maju.

Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi pidato Presiden Joko Widodo yang merasa kecewa dengan BUMN yang disebut tidak berani bersaing dan berkompetisi.

"Oleh karena itu merespons Pidato Pak Jokowi, saya mendorong agar Kementerian BUMN dibubarkan lalu dirubah menjadi badan saja atau Super Holding yang posisi nya di bawah Kementerian Teknis," kata Maman Abdurrahman seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (17/10/2021).


Tak Terima Jokowi Dihina, Ruhut Sitompul Semprot Rocky Gerung

Maman menilai bahwa direksi selama ini bekerja dan tunduk kepada Menteri BUMN karena khawatir diberhentikan. Padahal, kata dia, operasional BUMN berkaitan dengan kementerian teknis sesuai bidangnya.

"Contohnya PLN, Pertamina, PGN, INALUM tanyakan saja dengan semua Direksi apakah mereka pernah berkoordinasi dengan dirjen masing masing di Kementerian ESDM? Bahkan mereka cenderung sering sekali berbeda," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut para direksi memililiki budaya kerja Asal Bapak Senang (ABS) karena takut dicopot terlepas dari kinerjanya baik atau buruk. Oleh karena itu ia menyarankan agar Kementerian BUMN menjadi superholding di bawah kementerian teknis.

"Mereka akan lebih memilih untuk baik-baik saja dengan Kementerian BUMN apapun perintah kementerian BUMN terlepas itu tepat atau tidak tepat. Kecenderungannya mereka akan ikut saja yang penting jabatan mereka tidak diganti," ucapnya.

Pengamat: Jokowi Terlihat Nyaman dan Mengandalkan Prabowo

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati