logo


Pentagon Bantah Kapal Perang AS Coba Masuk Perairan Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim jika sebuah kapal perang AS berupaya memasuki wilayah perairan Rusia di dekat kota Vladivostok

16 Oktober 2021 11:00 WIB

Kapal Perang AS USS Chafee (DDG 90)
Kapal Perang AS USS Chafee (DDG 90) istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat telah membantah klaim yang sebelumnya dilontarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia bahwa sebuah kapal perang AS berupaya mendekati perairan teritorial Rusia pada Jumat (15/10), dimana kapal tersebut berhasil dihadang oleh armada Rusia.

"Pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia tentang interaksi antara dua kapal Angkatan Laut kami adalah palsu," kata militer AS dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (15/10).

“Ketika USS Chafee (DDG 90) sedang melakukan operasi rutin di perairan internasional di Laut Jepang pada 15 Oktober 2021, sebuah kapal perusak kelas Udaloy Rusia datang dalam jarak sekitar 65 yard dari USS Chafee (DDG 90) saat kapal sedang bersiap-siap untuk operasi penerbangan. Interaksi itu aman dan profesional," tambahnya.


Kebijakan Joe Biden Diyakini Bisa Hancurkan Peran AS di Kancah Internasional

Pentagon juga menegaskan bahwa kapal perangnya beroperasi sesuai dengan undang-undang dan norma internasional.

"Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana hukum internasional mengizinkan," lanjut pernyataan itu.

Pada Jumat (15/10) sekitar pukul 5 sore waktu setempat, kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Chafee berlayar di Peter the Great Gulf, jalur air yang menghubungkan kota pelabuhan Rusia Vladivostok dengan Laut Jepang.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, kapal AS tersebut sudah beroperasi di daerah itu selama beberapa hari, tetapi pada saat itu "mendekati perairan teritorial Federasi Rusia dan berusaha melintasi perbatasan negara."

"Setelah menerima peringatan, alih-alih mengubah arah untuk meninggalkan wilayah laut tertutup, Chafee mengibarkan bendera tanda yang menunjukkan persiapan lepas landas dari dek helikopternya, yang berarti bahwa tidak mungkin kapal perang mengubah arah dan kecepatannya, dan mengambil tindakan yang melanggar perbatasan negara Federasi Rusia di Peter the Great Bay," tambah Kementerian Pertahanan Rusia.

Hubungan AS-Rusia Masih Panas, Moskow: Tidak Ada Pihak yang Puas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia