logo


Risma Marah-marah ke Mahasiswa Lombok, Pengamat: Belum Siap Jadi Pemimpin di Negara Demokrasi

Pengamat sebut seorang pemimpin di negara demokrasi harus siap untuk dikritik

16 Oktober 2021 06:30 WIB

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan Menteri Sosial Tri Rismaharini tengah berdebat sengit dengan dua mahasiswa di Lombok Timur. Risma marah-marah saat diprotes terkait distributor Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Menanggapi hal tersebut, pengamat kebijakan publik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai Risma seharusnya bersikap legawa apabila menerima kritikan.

"Seorang pemimpin di negara demokrasi tentu harus siap dikritik, dan dia harus menerima itu dengan legawa, jadi kalau rakyat menyampaikan kritik itu enggak boleh ditanggapi dengan cara marah-marah," kata Jamiluddin seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (15/10/2021).


PKB: Mungkin Bu Risma Perlu Ikut Terapi Kesabaran

Jamiluddin mengatakan bahwa gelagat Risma yang marah-marah di hadapan mahasiswa tidaklah etis. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin di negara demokrasi harus siap untuk dikritik.

"Kalau saya lihat, maaf, Mensos Risma ini belum siap jadi pemimpin di negara demokrasi," ujarnya.

Gaya Risma Membabat Birokrasi, Maman Imanulhaq: Cara Sadis Tapi Manis

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati