logo


Teknologi Kecerdasan Buatan China Dianggap Lebih Canggih, AS: Tidak Benar

Kepala Petugas Informasi Angkatan Darat AS menegaskan bahwa teknologi AI yang dimiliki AS lebih maju daripada China

15 Oktober 2021 10:35 WIB

Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Gagasan mengenai perang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence telah berakhir dan dimenangkan oleh China "sama sekali tidak benar". Hal itu disampaikan oleh Kepala Petugas Informasi Angkatan Darat, Raj Iyer.

Sebelumnya, Mantan Kepala bagian software Pentagon, Nicolas Chaillan, mengatakan bahwa China akan mendominasi dunia melalui kecanggihan teknologi AI (Artficial Intelligence) atau kecerdasan buatan, dimana AS sudah kehilangan kesempatan untuk mencegahnya.

"Kita tidak akan memiliki peluang untuk berkompetisi dengan China dalam waktu 15 hingga 20 tahun. Sekarang, ini sudah terlambat, menurut saya ini sudah selesai," kata Chaillan dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times.


Azerbaijan Dituduh Sebarkan Doktrin Kebencian Rasial terhadap Etnis Armenia

Menanggapi pernyataan tersebut, Iyer menegaskan bahwa kemitraan global AS memberikan "informasi intelijen perdagangan" yang tidak dimiliki China dalam industri ini.

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa orang China tidak memilikinya. Mereka beroperasi dalam ruang hampa, dan mereka mengandalkan metode jahat dan serangan siber untuk dapat mencapai, Anda tahu, mereka pikir mereka tahu apa yang kita miliki,” tegasnya.

Iyer memang mengakui bahwa China sangat ahli dalam menerapkan teknologi AI, terutama karena mereka berencana menggunakannya pada populasi mereka sendiri. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi aktual yang dimiliki AS lebih maju daripada China.

Bank Dunia Desak China Tingkatkan Donasi untuk Negara-negara Miskin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia