logo


Polisi Banting Pendemo di Tangerang, SETARA Institute: Kontradiksi Konsep Presisi Polri

Dalam video yang telah beredar luas tersebut, terlihat seorang aparat Kepolisian membanting salah seorang massa aksi dengan posisi badan belakang menghantam trotoar

15 Oktober 2021 10:10 WIB

Mahasiswa dibanting polisi di Tangerang
Mahasiswa dibanting polisi di Tangerang twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Media sosial kembali menjadi sarana yang menunjukkan wajah buruk kinerja aparat Kepolisian dalam pengamanan aksi unjuk rasa yang terjadi di depan kantor Bupati Tangerang, Provinsi Banten.

Dalam video yang telah beredar luas tersebut, terlihat seorang aparat Kepolisian membanting salah seorang massa aksi dengan posisi badan belakang menghantam trotoar hingga korban mengalami kejang-kejang.

SETARA Institute berpandangan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian terhadap massa aksi jelas tidak dapat dibenarkan dan tidak boleh ditolerir.


Polisi Smackdown Mahasiswa Sudah Minta Maaf, Permadi Arya: Cukup Humanis, Perlu Diapresiasi

“Tindakan aparat yang demikian jelas mencerminkan dehumanisasi terhadap massa demonstrasi yang hak-haknya di jamin Konstitusi,” ujar Peneliti HAM dan Sektor Keamanan SETARA Institute, Ikhsan Yosarie di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya tindakan aparat yang membanting salah satu peserta aksi demonstrasi tersebut tentu hanya salah satu contoh pelbagai tindak kekerasan aparat dalam setiap penanganan demonstrasi.

“Hal ini menunjukkan minimnya implementasi konsep Presisi Polri di lapangan, terutama oleh anggota-anggota. Polri yang humanis sama sekali tidak tercermin dalam tindakan-tindakan demikian,” tuturnya.

Dalam hal ini, Ikhsan menyarankan Kapolri semestinya melakukan evaluasi terkait visi Polri Presisi terhadap pelbagai jajarannya di daerah.

“Termasuk merancang indikator-indikator terukur yang wajib dipedomani oleh setiap anggota Polri,” tuturnya.

Selain itu, Ikhsan meminta Kapolri memberikan hukuman kepada pelaku, bahkan Kapolres Kabupaten Tangerang juga harus diberikan sanksi sesuai derajat kelalaiannya.

“Jika perlu copot dari jabatan agar menjadi preseden dan efek jera bagi pimpinan-pimpinan Kepolisian daerah yang tidak tegas mendisiplinkan anggota-anggotanya dalam bertugas,” tukasnya.

Tak Mau Kecam Aksi Polisi Banting Mahasiswa, Ferdinand: Saya Bisa Memaklumi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar